Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat menetapkan status tanggap darurat bencana selama beberapa hari ke depan. Penetapan ini dilakukan setelah banjir melanda sejumlah daerah di Kecamatan Sekotong, Selasa (13/01/2026).
“Saya sudah menetapkan bahwa ini kan darurat bencana,” kata Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini (LAZ), di Desa Persiapan Pengantap, Kecamatan Sekotong, Rabu (14/1/2026).
LAZ mengatakan Pemkab Lombok Barat sudah memetakan beberapa langkah jangka pendek untuk penanganan seusai banjir. Sejumlah langkah itu di antaranya mengirim kebutuhan logistik yang diperlukan warga serta mengerahkan tim lapangan untuk membantu warga terdampak. “Sudah semuanya bergerak,” tegasnya.
LAZ juga sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I untuk mendatangkan alat berat sekaligus melakukan pengerukan terhadap sedimentasi yang menumpuk di aliran sungai dan drainase.
“Alat-alat berat (besok) akan diturunkan, kita juga berharap nanti kontribusi dari masyarakat untuk bersama-sama gotong royong,” ujar LAZ.
LAZ belum bisa memastikan jumlah total kerusakan hingga warga yang terdampak banjir. Pemkab Lombok Barat masih melakukan pendataan di lapangan serta berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB.
“Korban jiwa baru saya terima hanya satu. Kalau korban kerusakan dan lainnya sedang didata. Tetapi BPBD sudah berkoordinasi dengan Provinsi juga terkait bantuannya,” jelas LAZ.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, memastikan penanganan darurat warga yang terdampak banjir segera tertangani. Pemerintah menetapkan status tanggap darurat untuk penanganan dilakukan secara bersama melalui anggaran belanja tidak terduga (BTT) dari Pemprov NTB dan Pemkab Lombok Barat.
Pemerintah menyalurkan bantuan logistik kepada korban banjir. “Kami sudah memberikan bantuan berupa 50 paket Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil, 100 paket PMT balita, satu sak penjernih air, 50 kilogram kaporit, serta 50 saset abate,” ujar Iqbal.
Selain itu, ada bantuan logistik berupa beras 100 kilogram (kg), mie instan 10 dus, minyak goreng 15 liter, gula pasir 15 kg, kecap manis 10 botol, saus sambal 10 botol, kasur 10 lembar, selimut 10 lembar, terpal 8 lembar, family kit 10 paket, kids wear 10 paket, serta tenda gulung 10 lembar.
Selain itu, bantuan tambahan disalurkan berupa 48 paket makanan anak, 75 paket makanan siap saji, 20 paket kids ware, dan 20 paket family kit, serta dukungan hunian sementara dan perlengkapan tidur bagi warga terdampak banjir.
Selain penyaluran bantuan logistik, penanganan darurat difokuskan pada pembersihan drainase dan sungai yang mengalami sedimentasi. “Kami bersama Lombok Barat mendatangkan alat berat, termasuk ekskavator mempercepat normalisasi saluran air,” ujar Iqbal.
Iqbal juga menyoroti kerusakan infrastruktur jalan akibat banjir. Perbaikan jalan telah masuk dalam usulan peningkatan jalan daerah. Pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan kemampuan fiskal dan skala prioritas pembangunan. Jalan yang dilanda banjir akan diperlakukan sebagai jalur penunjang pariwisata di bagian Lombok selatan.
Diberitakan sebelumnya, banjir menerjang Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, Selasa malam (13/1/2026). infoBali mendapatkan kiriman video banjir tersebut dari petugas Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalop) Nusa Tenggara Barat (NTB).
Video berdurasi 1 menit 11 info itu memperlihatkan banjir melanda Dusun Pengantap, Kepala Desa Persiapan Pengantap. Banjir itu menyebabkan hewan ternak hingga dapur warga terseret banjir.
Banjir setinggi dada orang dewasa itu tampak merendam rumah-rumah warga akibat aliran sungai di Dusun Pengantap meluap sekitar pukul 19.00 Wita. Ratusan kepala keluarga (KK) terdampak.
(hsa/hsa)
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, memastikan penanganan darurat warga yang terdampak banjir segera tertangani. Pemerintah menetapkan status tanggap darurat untuk penanganan dilakukan secara bersama melalui anggaran belanja tidak terduga (BTT) dari Pemprov NTB dan Pemkab Lombok Barat.
Pemerintah menyalurkan bantuan logistik kepada korban banjir. “Kami sudah memberikan bantuan berupa 50 paket Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil, 100 paket PMT balita, satu sak penjernih air, 50 kilogram kaporit, serta 50 saset abate,” ujar Iqbal.
Selain itu, ada bantuan logistik berupa beras 100 kilogram (kg), mie instan 10 dus, minyak goreng 15 liter, gula pasir 15 kg, kecap manis 10 botol, saus sambal 10 botol, kasur 10 lembar, selimut 10 lembar, terpal 8 lembar, family kit 10 paket, kids wear 10 paket, serta tenda gulung 10 lembar.
Selain itu, bantuan tambahan disalurkan berupa 48 paket makanan anak, 75 paket makanan siap saji, 20 paket kids ware, dan 20 paket family kit, serta dukungan hunian sementara dan perlengkapan tidur bagi warga terdampak banjir.
Selain penyaluran bantuan logistik, penanganan darurat difokuskan pada pembersihan drainase dan sungai yang mengalami sedimentasi. “Kami bersama Lombok Barat mendatangkan alat berat, termasuk ekskavator mempercepat normalisasi saluran air,” ujar Iqbal.
Iqbal juga menyoroti kerusakan infrastruktur jalan akibat banjir. Perbaikan jalan telah masuk dalam usulan peningkatan jalan daerah. Pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan kemampuan fiskal dan skala prioritas pembangunan. Jalan yang dilanda banjir akan diperlakukan sebagai jalur penunjang pariwisata di bagian Lombok selatan.
Diberitakan sebelumnya, banjir menerjang Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, Selasa malam (13/1/2026). infoBali mendapatkan kiriman video banjir tersebut dari petugas Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalop) Nusa Tenggara Barat (NTB).
Video berdurasi 1 menit 11 info itu memperlihatkan banjir melanda Dusun Pengantap, Kepala Desa Persiapan Pengantap. Banjir itu menyebabkan hewan ternak hingga dapur warga terseret banjir.
Banjir setinggi dada orang dewasa itu tampak merendam rumah-rumah warga akibat aliran sungai di Dusun Pengantap meluap sekitar pukul 19.00 Wita. Ratusan kepala keluarga (KK) terdampak.
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.






