Sebagian besar wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) diprakirakan mengalami hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang dan petir pada Rabu siang (15/1/2026).
Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Zainuddin Abdul Majid, Andini Ganiswari, menyebut cuaca pada 14 Januari 2026 berpotensi terjadi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah NTB.
“Angin kencang dan hujan berpotensi terjadi pada wilayah Lombok dan Sumbawa,” ujar Andini, Rabu (14/1/2026).
Wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat dan angin kencang tersebar di Lombok Barat, seperti Kecamatan Gunungsari. Di Lombok Utara meliputi Kecamatan Kayangan dan Bayan, serta Kota Mataram di wilayah Kecamatan Ampenan, Mataram, Cakranegara, Sekarbela, Selaparang, dan sekitarnya.
“Potensi juga terjadi di Kabupaten Sumbawa di Kecamatan Utan, Sumbawa, Moyo Hilir, Lape, Labuhan Badas, Moyo Utara, Tarano, Lopok,” ujarnya.
Untuk wilayah Dompu, hujan lebat berpotensi terjadi di Kecamatan Hu’u, Kilo, dan Pekat. Sebagian juga terjadi di Kabupaten Bima, seperti di Kecamatan Sape, Wera, Donggo, Sanggar, Ambalawi, Madapangga, Tambora, Soromandi, dan Parado.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
Prediksi angin kencang dan hujan lebat juga bisa meluas ke wilayah lain di Lombok Barat, meliputi Kecamatan Gerung, Kediri, Narmada, Labuapi, Lingsar, Batu Layar, dan Kuripan.
Selain itu, angin kencang dan potensi hujan lebat dapat melanda wilayah Lombok Tengah, khususnya Kecamatan Pujut, Praya Barat, Pringgarata, Kopang, Praya Barat Daya, dan Batukliang Utara.
“Di Lombok Timur itu di Kecamatan Sikur, Aikmel, Sambelia, Montong Gading, Pringgasela, Sembalun,” katanya.
Untuk Pulau Sumbawa, potensi angin kencang dan hujan lebat diprediksi meluas ke Kecamatan Alas, Batu Lanteh, Moyo Hulu, Plampang, Empang, Buer, Rhee, Unter Iwes, dan Maronge.
Di wilayah Dompu, potensi tersebut dapat meluas ke Kecamatan Dompu, Kempo, Woja, Manggalewa, dan Pajo. Sementara di Kabupaten Bima berpotensi meluas ke Kecamatan Bolo, Woha, Belo, Wawo, Lambitu, dan Palibelo.
“Wilayah lain juga tersebar di Kota Bima seperti di Kecamatan Rasanae Barat, Rasanae Timur, Asakota, Raba, Mpunda, dan sekitarnya,” kata Andini.
Kondisi cuaca tersebut diperkirakan berlangsung hingga pukul 13.40 Wita. Tidak menutup kemungkinan dampak cuaca buruk masih bisa terjadi hingga malam hari.
Menurut Andini, berdasarkan dinamika atmosfer terkini, terjadi penguatan Monsun Asia yang disertai peningkatan kecepatan angin dari wilayah Laut Cina Selatan yang bergerak ke arah selatan melalui Selat Karimata hingga mencapai Pulau Jawa.
Pola aliran angin ini memperkuat pembentukan daerah konvergensi di sepanjang Pulau Jawa, Bali, hingga wilayah Nusa Tenggara yang berperan dalam meningkatkan pertumbuhan awan hujan.
“Selain itu, adanya daerah tekanan rendah di Samudra Hindia sebelah selatan Nusa Tenggara Barat turut mempengaruhi sirkulasi angin regional, sehingga memperkuat perlambatan dan pengangkatan massa udara di wilayah Indonesia bagian selatan,” katanya.
Kombinasi kondisi dinamika tersebut, Andini menambahkan, dapat meningkatkan potensi hujan dengan intensitas sedang, lebat, hingga sangat lebat di wilayah Jawa, Bali, dan termasuk NTB.






