Basarnas resmi menutup operasi pencarian korban tenggelam KM Putri Sakinah di Selat Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Satu korban, yakni anak laki-laki pelatih sepakbola wanita Valencia CF Martin Carreras Fernando dinyatakan hilang.
Operasi SAR pada hari ke-15 resmi ditutup pukul 14.20 Wita, Jumat (9/1/2026). Meski begitu, tim SAR gabungan tetap memantau perkembangan satu korban yang hilang.
“Pada saat ini di hari ke-15, kami nyatakan operasi SAR ditutup,” kata Kepala Kantor Basarnas Maumere selaku SAR Mission Coordinator, Fathur Rahman, di Labuan Bajo, Jumat.
Fathur menjelaskan tim SAR gabungan tetap memantau perkembangan di lapangan. Ia berharap korban bisa ditemukan, terlebih pelayaran kapal wisata di Labuan Bajo yang sempat ditutup selama dua pekan juga sudah kembali dibuka.
“Tetap kami monitor terhadap satu (korban) yang belum ditemukan. Dengan dibukanya pelayaran, diharapkan tanda-tanda korban terlihat dan tim bisa melaksanakan proses evakuasi,” jelas Fathur.
Acara seremonial penutupan operasi SAR ini dihadiri segenap unsur SAR gabungan. Termasuk Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Barat (Edistasius Endi dan Yulianus Weng), keluarga korban, dan pimpinan instansi lainnya. Acara ditutup dengan penandatanganan berita acara penutupan operasi SAR.
Diketahui, Fernando dan tiga anaknya menjadi korban tenggelam kapal pinisi Putri Sakinah di Selat Pulau Padar, Jumat (26/12/2025) malam. Tiga jenazah korban sudah ditemukan, yakni Fernando, putrinya berusia 12 tahun, dan anak laki-laki berusia 10 tahun.
Pencarian korban tenggelam kapal pinisi Putri Sakinah berlangsung 15 hari sejak malam kejadian, Jumat (26/12/2025). Tim SAR melakukan tiga kali perpanjangan operasi SAR setelah tujuh hari pencarian hanya menemukan satu jenazah korban.
“Tetap kami monitor terhadap satu (korban) yang belum ditemukan. Dengan dibukanya pelayaran, diharapkan tanda-tanda korban terlihat dan tim bisa melaksanakan proses evakuasi,” jelas Fathur.
Acara seremonial penutupan operasi SAR ini dihadiri segenap unsur SAR gabungan. Termasuk Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Barat (Edistasius Endi dan Yulianus Weng), keluarga korban, dan pimpinan instansi lainnya. Acara ditutup dengan penandatanganan berita acara penutupan operasi SAR.
Diketahui, Fernando dan tiga anaknya menjadi korban tenggelam kapal pinisi Putri Sakinah di Selat Pulau Padar, Jumat (26/12/2025) malam. Tiga jenazah korban sudah ditemukan, yakni Fernando, putrinya berusia 12 tahun, dan anak laki-laki berusia 10 tahun.
Pencarian korban tenggelam kapal pinisi Putri Sakinah berlangsung 15 hari sejak malam kejadian, Jumat (26/12/2025). Tim SAR melakukan tiga kali perpanjangan operasi SAR setelah tujuh hari pencarian hanya menemukan satu jenazah korban.






