2 Warga NTT Positif Super Flu

Posted on

Dua warga Nusa Tenggara Timur (NTT) positif terjangkit varian influenza tipe A subtipe H3N2 atau subclade K alias super flu. Keduanya adalah anak dan dewasa yang telah mendapat penanganan dan telah pulih.

“Untuk kasus super flu sudah ada dua pasien terkonfirmasi positif di NTT dan saat ini sudah pulih,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) NTT, Iin Andriani, Jumat (9/1/2026). Hingga kini tidak ada lagi kasus baru.

Penyakit ini terdeteksi dari hasil pemeriksaan sequencing influenza kegiatan Surveilans Influenza Like Illness (ILI) Severe Acute Respiratory Infection (SARI). Pemeriksaan ini dilakukan jelang tahun baru 2026.

“Pemeriksaan ini dilakukan oleh Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Surabaya tanggal 31 Desember 2025. Hal ini memicu kekhawatiran publik karena penyebarannya yang cepat dan gejala lebih parah dibanding flu yang lain serta terjadi lonjakan kasus di sejumlah negara,” tutur Iin.

Iin menuturkan Dinkes NTT telah mengeluarkan imbauan penanganan dan penanggulangan super flu di berbagai fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) di setiap kabupaten dan kota. Selain itu, Dinkes NTT juga telah mengeluarkan edaran kewaspadaan ke setiap fasyankes melalui berbagai grup WhatsApp (WA) untuk mempercepat koordinasi.

“Sudah disampaikan ke fasyankes masing-masing dinkes kabupaten untuk pencegahan dan penanggulangannya, dan intensif koordinasi dengan pengelola program terkait, kami sedang buat draft edaran kewaspadaan antisipasinya,” terang Iin.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan virus super flu merupakan varian virus yang lemah dan tidak menyebabkan kematian. Menurutnya, tubuh dengan imunitas yang kuat dan asupan gizi dan istirahat yang cukup akan sangat mudah menghalau virus ini.

“Kalau sistem imunitas kita bagus, makan cukup, tidur cukup, dan olahraga cukup, insyaallah kalau ada virus masuk dan virusnya lemah seperti super flu ini, kita bisa sembuh,” kata Budi.

Super flu bukan penyakit baru, jelas Budi Sadikin, virus ini merupakan virus influenza biasa yang disebabkan oleh varian A H3N2. Virus itu kemudian mengeluarkan varian baru yang disebut dengan subclade K.