Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyiapkan sejumlah acara internasional untuk menggenjot jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Puluhan ribu turis asing ditargetkan berlibur di Lombok Timur dengan adanya berbagai acara tersebut.
Staf Khusus Bupati Lombok Timur Bidang Pariwisata, Ahmad Roji, mengatakan Pemkab Lombok Timur menggelontorkan anggaran khusus untuk mendukung penyelenggaraan acara dan promosi destinasi.
“Event-event lokal di kawasan wisata berpotensi kami tingkatkan menjadi event internasional, seperti di Tetebatu, Jeruk Manis, Sembalun hingga kawasan selatan, seperti di Jerowaru,” kata Roji, Rabu (7/1/2026).
Sebagai upaya menembus pasar internasional, Pemkab Lombok Timur berencana menggandeng event organizer profesional dalam menyelenggarakan acara berskala besar. Roji berujar, meskipun anggaran mengalami pemangkasan, kondisi tersebut tidak menjadi hambatan bagi Pemkab Lombok Timur dan pelaku pariwisata.
“Pariwisata itu orang datang untuk senang. Kemampuan banyak pihak harus kita maksimalkan. Tentu untuk menyelenggarakan event besar harus di organizer secara profesional,” jelas Roji.
Beberapa destinasi dinilai masih sangat menjanjikan, seperti di kawasan Ekas, Kecamatan Jerowaru, yang menawarkan ombak dengan kategori blue zone. Sementara di wilayah utara, seperti Sembalun dengan panorama Gunung Rinjani, sebagai green zone untuk wisata alam. Begitu juga dengan Desa Wisata Tetebatu, Jeruk Manis, Pringgasela juga memiliki daya tarik keindahan alam tersendiri.
“Pemkab tinggal memperkuat sinergi dengan pelaku usaha. Di tengah keterbatasan anggaran, promosi dan fasilitas tetap bisa diatasi dengan kolaborasi yang baik,” jelas Roji.
Roji membeberkan setiap tahunya kunjungan wisman ke Lombok Timur terus mengalami peningkatan. Turis asing yang berkunjung ke Lombok Timur mencapai 30 ribu pada 2025. Kunjungan wisman pada 2026 diharapkan bisa melampaui jumlah tersebut.
“Selain menyasar wisatawan mancanegara, kami tetap memfokuskan pasar wisatawan nusantara sebagai tulang punggung pertumbuhan,” jelas Roji.






