Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa langsung turun memantau penanganan banjir yang menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Badung pada awal tahun 2026. Pemantauan dilakukan di beberapa titik rawan banjir, termasuk aliran Tukad Pungut di wilayah Jimbaran, Kuta Selatan, Sabtu (3/1/2026).
Adi Arnawa mengaku ingin memastikan langkah penanganan berjalan optimal.
Menurutnya, normalisasi sungai ini penting untuk pengendalian banjir dan peningkatan kapasitas aliran air.
“Kami tentu komitmen untuk meningkatkan koordinasi lintas perangkat daerah. Kami harus rutin pemantauan,” kata Adi Arnawa, dikutip Minggu (4/1/2026).
Upaya memperdalam kapasitas sungai ini, kata Adi, risiko luapan saat curah hujan tinggi bisa berkurang. Penanganan banjir di Badung tidak hanya bersifat reaktif, tapi juga harus direncanakan berkelanjutan. Adi juga harus memastikan pekerjaan infrastruktur berjalan cepat.
“Ini demi memastikan upaya pengendalian banjir berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata ke masyarakat,” tambahnya.
Seperti diketahui, untuk upaya pencegahan dan perbaikan infrastruktur, Pemkab Badung telah menyiapkan anggaran besar. Dana sebesar Rp 400 miliar dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur dan pencegahan banjir selama tahun 2026.
Adi Arnawa menjelaskan perbaikan infrastruktur yang dimaksud meliputi gorong-gorong, trotoar, hingga pelebaran saluran irigasi. Selain itu, Pemkab Badung juga akan menambah pompa air di hilir untuk mengantisipasi tingginya curah hujan.
“Ada gorong-gorong, ada perubahan trotoar, termasuk memperlebar saluran irigasi. Termasuk menambah pompa air di hilir, itu kalau nggak salah kekuatannya 30 ribu liter per info,” jelas Adi Arnawa, Desember 2025 lalu.






