Kamera pengawas atau CCTV analitik yang terpasang di Jembatan Tukad Bangkung, Badung, diklaim masih berfungsi normal. Namun, kamera tersebut tidak dapat merekam secara jelas detail pergerakan seorang pemuda berinisial MKA (21) yang diduga melakukan aksi bunuh diri di ujung timur jembatan akibat kondisi penerangan yang minim.
Pergerakan MKA sejak melintasi Desa Pangsan, Kecamatan Petang, menuju kawasan Jembatan Tukad Bangkung terekam jelas melalui kamera yang dimonitor dari control room. Kendala mulai muncul saat MKA mencapai ujung timur jembatan karena area tersebut gelap.
“Ketika sampai di ujung timur jembatan itu tidak dapat terpantau akibat kondisi di titik tersebut gelap, lampu penerangan jalan sebagian padam,” ujar Kepala Dinas Kominfo Badung, I Gusti Ngurah Jaya Saputra, Jumat (2/1/2026).
Jaya menjelaskan, kondisi gelap membuat kamera tidak mampu mendeteksi secara detail bagaimana korban menaiki pagar jembatan. Berdasarkan informasi yang diterima, terdapat dugaan korban memanjat dari sisi ujung jembatan, lalu berjalan di atas railing yang melengkung hingga akhirnya diduga melompat.
Secara keseluruhan, lanjut Jaya Saputra, kamera yang dipasang di ujung barat Jembatan Tukad Bangkung dipastikan berfungsi normal dan memiliki spesifikasi yang memadai untuk memantau area sekitar. Kamera tersebut mampu melakukan pembesaran hingga 36 kali dengan jangkauan pantau mencapai 400 meter.
“Secara fungsi, kamera yang dipasang di ujung barat jembatan itu berfungsi normal. Sampai di ujung itu, dari titik kamera di barat, itu masih bisa (terpantau),” terangnya.
Diskominfo Badung saat ini baru memasang satu titik kamera pemantau di ujung barat jembatan. Titik tersebut terdiri dari dua kamera untuk dua arah, satu audio speaker, dan satu lampu penerangan. Sistem serupa juga telah terpasang di sejumlah titik CCTV lainnya di Badung.
“Nggih, di tempat lain penempatan CCTV ini sangat membantu banyak pengungkapan kasus kriminalitas,” tukas Jaya Saputra.
Koordinasi Perbaikan Penerangan
Pihak dinas telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengatasi persoalan penerangan jalan di ujung timur jembatan.
“Tetapi kami sudah berkoordinasi dengan kawan-kawan di Dishub Badung, PLN hingga aparat desa untuk bisa mengkondisikan penerangan jalan di bagian ujung timur jembatan tersebut,” ucapnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Camat Petang, AA Ngurah Dharma Putra, menyatakan akan melaporkan kejadian ini kepada Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa. Ia berharap ada langkah lanjutan untuk mencegah kejadian serupa.
“Ya di samping-samping (ujung) jembatan ini. Sebab indikasinya kan dari samping naik railing, sampai di atas (atap) dia jalan,” terang Dharma Putra.
Selain pemasangan kawat berduri, Dharma Putra juga mengusulkan penambahan petugas jaga selama 24 jam. Menurutnya, upaya pencegahan perlu diutamakan, sementara kamera pengawas berfungsi membantu identifikasi kejadian.
“Mubazir juga kalau kita pasang CCTV yang banyak tanpa adanya penjagaan di sini. Nanti kami juga mengusulkan untuk pos jaga di sini yang bisa (dijaga) 24 jam, minimal Linmas, polisi, atau pecalang,” ujarnya.






