Sebanyak 25 kapal pesiar dijadwalkan singgah di Pelabuhan Gili Mas, Lembar, Lombok Barat, Nusa Tengara Barat (NTB), sepanjang 2026. Kapal-kapal berukuran besar tersebut diharapkan membawa lebih dari 85 ribu wisatawan ke Lombok tahun ini.
General Manager PT Pelindo Cabang Lembar Kunto Wibisono mengatakan jumlah kapal pesiar yang dijadwalkan sandar di Gili Mas pada 2026 mencapai 25 kapal. Dari jumlah tersebut, sedikitnya delapan kapal dijadwalkan bersandar pada Januari 2026.
“Kita (Lombok) itu nomor dua setelah Bali jadi favorit disinggahi kapal pesiar. Di Bali itu kan sampai 75 kapal dalam setahun,” kata Wibisono ditemui di Pelabuhan Gili Mas, Lembar, Jumat (2/1/2026).
Wibisono menjelaskan, fasilitas Pelabuhan Gili Mas saat ini dinilai sudah memadai untuk melayani kapal pesiar berukuran besar dan panjang. Namun, kapal pesiar belum bisa bertahan lebih lama karena keterbatasan akomodasi wisata di Lombok dibandingkan Bali.
“Untuk pelabuhan kita sudah memadai. Kalau di Bali bisa stay dua hari karena akomodasi. Kalau di sini bisa stay itu kapal-kapal kecil. Tahun kemarin sudah ada yang menginap dua kapal. Mudah-mudahan tahun ini ada yang menginap,” ujarnya.
Menurut Wibisono, kapal pesiar Ovation Of The Seas menjadi kapal pertama yang singgah di Pelabuhan Gili Mas pada 2026. Ia menyebut kapal tersebut merupakan kapal pesiar terbesar yang pernah masuk ke Indonesia.
“Rata-rata kapal pesiar yang singgah di Pelabuhan Gili Mas pada 2025 selama 12 jam. Nah untuk Ovation Of The Seas ini sampai pukul 23.00 Wita nanti malam,” katanya.
Wibisono berujar, kapal Ovation Of The Seas sebelumnya singgah di Celukan Bawang, Bali, dan Benoa, Bali, sebelum melanjutkan perjalanan ke Gili Mas. Setelah dari Lombok, kapal tersebut akan berlayar menuju Singapura. Kapal sepanjang 350 meter itu mengangkut 4.684 penumpang dari China, Singapura, India, Rusia, dan Korea.
Berdasarkan data Pelindo, pada 2025 terdapat 24 kapal pesiar yang singgah di Pelabuhan Gili Mas dengan total sekitar 85 ribu penumpang. Sementara pada 2024, sebanyak 22 kapal pesiar singgah dengan membawa 77 ribu penumpang.
“Setiap tahun memang ada peningkatan jumlah penumpang 10 persen dari tahun sebelumnya,” jelasnya.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan telah bertemu dengan dua operator kapal pesiar di Singapura. Pertemuan tersebut bertujuan mendorong kapal pesiar agar dapat bermalam saat sandar di Pelabuhan Gili Mas.
“Kami sudah komunikasi dan bertemu dengan dua operator Holland America Line dan Royal Karibien,” katanya.
Dalam pertemuan itu, kedua operator kapal pesiar menyampaikan belum dapat melakukan stay di Pelabuhan Gili Mas. Hal tersebut disebabkan minimnya atraksi wisata dan keterbatasan akomodasi di Pulau Lombok.
“Jadi akomodasinya tidak tersedia dan destinasi dari pelabuhan memang lumayan jauh. Inilah problemnya,” kata Iqbal.
Sebagai solusi jangka panjang, Iqbal menyebut Pemprov NTB mulai memperbaiki infrastruktur jalan dan mendorong konektivitas port to port Lembar-Kayangan untuk mempercepat akses wisatawan ke berbagai destinasi di Lombok.
“Perbaikan jalan sudah mulai kami lakukan. Ke depan konektivitas port to port akan mempercepat jangkauan wisatawan, termasuk ke Lombok Timur, sekaligus mendukung arus logistik,” pungkasnya.






