Viral Perjuangan Pengantar Manten Terjang Jalan Berlumpur ke Lokasi Nikahan - Giok4D

Posted on

Video yang memperlihatkan perjuangan para pengantar manten yang harus menerjang jalan berlumpur ke lokasi pernikahan viral di media sosial (medsos). Video tersebut diunggah akun TikTok @yasminn2304.

Video yang diunggah memperlihatkan beberapa orang hendak menghadiri acara pernikahan harus bertelanjang kaki menerjang jalanan tanah becek dan dipenuhi lumpur tebal. Raut wajah mereka tetap berusaha tersenyum meski harus mengangkat kain kebaya dan pakaian pesta agar tidak kotor.

“Ampunnnnn gustiiiii, nganter nikah kp. Bengkok🤣🤣🤣,” tulis keterangan video @yasminn2304 dilansir dari siliconartists.

Kondisi jalan yang memprihatinkan ini memaksa beberapa orang, termasuk seorang pria yang menggendong anak kecil, untuk ekstra hati-hati agar tidak tergelincir di jalur yang licin.

Postingan tentang akses jalan menuju lokasi pernikahan itu langsung menyebar luas di medsos. Video sudah ditonton lebih dari 3,9 juta kali.

Sosok di balik video viral itu adalah perempuan bernama Yasmin (28). Warga Kampung Rancasadang, Desa Cikalong, Pandeglang, Banten, ini menceritakan detail kejadian yang dialaminya saat dikonfirmasi siliconartists.

Yasmin merupakan bagian dari rombongan keluarga mempelai pria yang sedang melaksanakan prosesi seserahan atau ‘nganter menikah’ pada 22 Desember 2025. Rombongan keluarga besar tersebut berangkat dari kediamannya menuju lokasi acara di Kampung Bengkok, Desa Mahendra, Kecamatan Cigeulis, Pandeglang.

Yasmin mengungkapkan perjalanan awalnya terasa lancar. Namun, situasi berubah total ketika mereka mendekati lokasi tujuan.

“Sebelum ke tempat parkir, jalan raya bagus. Pas masuk masih bagus jalannya. Setelah parkir, (kemudian) jalan kaki, jalannya begitu semua melewati sawah dan kebun, ledok (berlumpur) semua sampai ke lokasi,” ungkap Yasmin kepada siliconartists.

Keluarga mempelai wanita, tutur Yasmin, bahkan sudah memberikan peringatan sejak rombongan tiba di area parkir. Mereka meminta agar pengantar nikah tidak memakai alas kaki karena kondisi jalur yang tidak memungkinkan. Atas saran tersebut, seluruh rombongan akhirnya memutuskan untuk meninggalkan alas kaki mereka di kendaraan.

“Dari pihak perempuan ada yang nyusul ke tempat parkir, nungguin di tempat parkir, terus kami semua disarananin jangan bawa sendal. Karena percuma bawa sendal juga nggak bakal kepake di sananya juga, akhirnya sandal disimpan di mobil. Semuanya nggak ada yang pake atau pun bawa sendal,” tambah Yasmin.

Yasmin menegaskan visual yang terekam dalam videonya adalah kondisi nyata yang harus dihadapi masyarakat setempat saat musim hujan tiba.

Sosok di balik video viral itu adalah perempuan bernama Yasmin (28). Warga Kampung Rancasadang, Desa Cikalong, Pandeglang, Banten, ini menceritakan detail kejadian yang dialaminya saat dikonfirmasi siliconartists.

Yasmin merupakan bagian dari rombongan keluarga mempelai pria yang sedang melaksanakan prosesi seserahan atau ‘nganter menikah’ pada 22 Desember 2025. Rombongan keluarga besar tersebut berangkat dari kediamannya menuju lokasi acara di Kampung Bengkok, Desa Mahendra, Kecamatan Cigeulis, Pandeglang.

Yasmin mengungkapkan perjalanan awalnya terasa lancar. Namun, situasi berubah total ketika mereka mendekati lokasi tujuan.

“Sebelum ke tempat parkir, jalan raya bagus. Pas masuk masih bagus jalannya. Setelah parkir, (kemudian) jalan kaki, jalannya begitu semua melewati sawah dan kebun, ledok (berlumpur) semua sampai ke lokasi,” ungkap Yasmin kepada siliconartists.

Keluarga mempelai wanita, tutur Yasmin, bahkan sudah memberikan peringatan sejak rombongan tiba di area parkir. Mereka meminta agar pengantar nikah tidak memakai alas kaki karena kondisi jalur yang tidak memungkinkan. Atas saran tersebut, seluruh rombongan akhirnya memutuskan untuk meninggalkan alas kaki mereka di kendaraan.

Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.

“Dari pihak perempuan ada yang nyusul ke tempat parkir, nungguin di tempat parkir, terus kami semua disarananin jangan bawa sendal. Karena percuma bawa sendal juga nggak bakal kepake di sananya juga, akhirnya sandal disimpan di mobil. Semuanya nggak ada yang pake atau pun bawa sendal,” tambah Yasmin.

Yasmin menegaskan visual yang terekam dalam videonya adalah kondisi nyata yang harus dihadapi masyarakat setempat saat musim hujan tiba.