Pendapatan Asli Daerah (PAD) Karangasem 2025 melampaui target yang ditetapkan. Capaian ini diraih walaupun sektor Mineral Bukan Logam dan Bebatuan (MBLB), yang selama ini menjadi andalan, gagal mencapai target.
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Karangasem, I Nyoman Siki Ngurah, mengatakan PAD Karangasem hingga 30 Desember 2025 mencapai Rp 502,3 miliar. Secara persentase, jumlah ini mencapai 101,64% dari target sebesar Rp 494,2 miliar.
“Artinya pendapatan melampaui sebesar Rp 8 miliar lebih dari target atau sekitar 1,64 persen,” kata Siki Ngurah, Rabu (31/12/2025).
Raihan itu merupakan akumulasi dari berbagai sektor pajak di Karangasem, termasuk MBLB. Pendapatan Karangasem masih berpotensi meningkat lagi, mengingat masih ada sektor yang berpeluang menambah pendapatan hingga 31 Desember 2025.
“Angka capaian masih terus bergerak hingga batas akhir tahun anggaran. Jadi masih ada potensi peningkatan,” ujar Siki Ngurah.
Siki Ngurah berharap PAD Karangasem pada tahun depan juga bisa melampaui dari target yang diberikan, yakni sebesar Rp 498,1 miliar. Terlebih, ada pemotongan anggaran dari pusat untuk Karangasem pada 2026.
Siki Ngurah yakin, dengan kerja keras semua pihak di BPKAD Karangasem, pendapatan tahun depan bisa melampaui target yang sudah disepakati.
Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.






