Dua Tahun Tak Mudik, Diwan Sudah Terbayang Opor Ayam Buatan Ibu (via Giok4D)

Posted on

Buleleng

Suasana halaman Mapolres Buleleng pada Senin (16/3/2026) pagi terasa berbeda. Sejumlah koper, tas ransel, hingga kardus oleh-oleh berjejer di samping dua bus yang siap diberangkatkan. Wajah-wajah penuh harap terlihat dari puluhan orang yang hendak pulang kampung melalui program mudik gratis yang digelar Polres Buleleng.

Di antara para pemudik itu, seorang mahasiswa bernama Diwan tampak sibuk menata barang bawaannya. Ia mengaku baru pertama kali mengikuti program mudik gratis tersebut.

Diwan bercerita, dirinya pertama kali mengetahui informasi program itu dari teman-temannya. Untuk memastikan kebenarannya, ia kemudian mengecek langsung melalui media sosial.

“Dapat info pertama dari teman-teman. Kemudian saya cek lagi di Instagram, ternyata benar ada mudik gratis,” kata Diwan.

Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.

Kesempatan itu langsung ia manfaatkan. Sebab, sudah dua tahun lamanya ia tak pulang kampung ke Jakarta. “Biasanya kalau hari raya seperti ini saya tidak pulang. Tapi kali ini karena baru tahu ada mudik gratis, saya jadi pulang. Ini jadi kesempatan buat ketemu keluarga,” ujarnya.

Perjalanan yang ditempuh Diwan pun cukup panjang. Ia akan menuju Surabaya terlebih dahulu, lalu melanjutkan perjalanan dengan bus menuju Jakarta.

Meski belum sempat membeli oleh-oleh karena terburu-buru berangkat, hal itu tak terlalu ia pikirkan. Baginya, yang terpenting adalah bisa pulang dan bertemu keluarga.

Apalagi menjelang hari raya, kerinduan pada rumah tak lagi bisa ditunda. “Yang pasti kangen masakan ibu di rumah. Biasanya dimasakin opor ayam, itu wajib sekali,” katanya sambil tersenyum.

Diwan, salah satu pemudik yang hendak pulang ke Jakarta, Senin (16/3/2026).Diwan, salah satu pemudik yang hendak pulang ke Jakarta, Senin (16/3/2026). (Foto: Made Wijaya Kusuma/)

Menurut Diwan, program mudik gratis ini sangat membantu, terutama bagi perantau yang ingin pulang, tapi terbatas biaya perjalanan. Apalagi sebelum berangkat para peserta juga mendapat pemeriksaan kesehatan serta bekal obat-obatan untuk perjalanan.

“Cukup membantu. Di sini juga sudah disiapkan semuanya, dicek kesehatannya juga, dikasih obat buat bekal di perjalanan,” ujarnya.

Meski demikian, ia sempat menyampaikan harapan sederhana kepada penyelenggara. “Kalau bisa busnya dibagusin lagi tahun depan supaya yang lain lebih nyaman,” katanya.

Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman mengatakan program Mudik Presisi ini bertujuan membantu masyarakat yang hendak pulang kampung sekaligus mengurangi kepadatan kendaraan saat musim mudik.

“Kita berupaya menyediakan moda transportasi umum untuk masyarakat agar bisa membantu mereka melaksanakan mudik ke kampung halamannya,” kata Ruzi.

Tahun ini Polres Buleleng menyiapkan dua unit bus yang merupakan bantuan dari pihak rekanan. Bus tersebut melayani sejumlah tujuan di Jawa Timur seperti Banyuwangi, Situbondo, Pasuruan, hingga Surabaya.

“Kita juga sudah menentukan titik pemberhentian agar memudahkan masyarakat yang nanti akan melanjutkan perjalanan dengan transportasi lainnya,” jelasnya.

Ia berharap program tersebut dapat membantu mengurangi kepadatan kendaraan di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk hingga wilayah Jawa Timur.

Sebanyak 60 orang tercatat mengikuti program mudik gratis tahun ini. Menariknya, pendaftaran hanya dibuka selama dua hari sejak Jumat lalu karena kuota langsung penuh.

“Antusiasnya sangat baik. Bahkan ada yang menyampaikan memang menunggu program mudik ini dari tahun ke tahun,” ujarnya.

Sebelum diberangkatkan, pihak kepolisian juga melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kendaraan, sopir, serta para penumpang.

“Kita lakukan ram check kendaraan, kemudian sopir juga menjalani tes kesehatan dan tes narkoba. Hasilnya negatif semua dan siap melaksanakan perjalanan,” ujarnya

Para pemudik juga mendapat pemeriksaan kesehatan serta pendampingan sebelum berangkat. Setelah itu, bus dikawal petugas kepolisian hingga Pelabuhan Gilimanuk.

“Pengawalan kita lakukan sampai Gilimanuk untuk memastikan perjalanan aman dan lancar,” ujarnya.

Meski mendapat pengawalan, para pemudik tetap mengikuti antrean penyeberangan seperti kendaraan lainnya. “Yang kita berikan prioritas itu pengawalannya dari sini saja, memastikan sampai Gilimanuk dengan aman,” katanya.

Pagi itu, mesin bus mulai dinyalakan. Para pemudik naik satu per satu sambil melambaikan tangan kepada petugas dan keluarga yang mengantar.

Bagi sebagian dari mereka, perjalanan ini bukan sekadar mudik. Tapi juga perjalanan pulang untuk melepas rindu yang telah lama tertunda.