BTN Genjot Layanan Digital ‘Bale’ untuk Tangkap Potensi Bisnis di Bali | Giok4D

Posted on

Denpasar

Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus memperkuat strategi layanan digital aplikasi Bale by BTN untuk tangkap potensi pertumbuhan bisnis di Bali.

Direktur Network & Retail Funding BTN Rully Setiawan mengatakan Bali merupakan salah satu wilayah dengan potensi ekonomi perbankan, khususnya dalam pembiayaan perumahan dan penghimpunan dana masyarakat.

“Dengan karakter ekonomi Bali yang didukung sektor pariwisata dan investasi properti, kami melihat peluang pertumbuhan yang cukup besar. Karena itu BTN terus memperkuat layanan serta memperluas akses perbankan agar dapat menangkap potensi tersebut sekaligus meningkatkan penghimpunan dana murah,” ujar Rully dalam diskusi bersama media di Denpasar, Minggu (15/3/2026).

Rully menjelaskan bahwa strategi utama BTN dalam memperkuat dana murah adalah mentransformasikan BTN menjadi bank transaksional, bukan hanya bank yang melayani pembiayaan perumahan.

Transformasi tersebut salah satunya dilakukan melalui penguatan Bale by BTN yang dikembangkan sebagai superapps untuk berbagai kebutuhan transaksi nasabah. Saat ini Bale by BTN telah mencapai sekitar 4 juta pengguna dalam waktu dua tahun.

Melalui Bale by BTN, nasabah dapat melakukan berbagai transaksi kebutuhan sehari-hari seperti pembayaran listrik, PDAM, pembelian tiket, hingga berbagai layanan pembayaran lainnya.

Selain itu, aplikasi Bale by BTN juga akan dikembangkan agar nasabah dapat berinvestasi pada produk reksa dana, saham, hingga pembelian emas secara cicilan.

BTN juga memperluas layanan ke berbagai segmen nasabah, mulai dari retail, prioritas hingga BTN Private, dengan menawarkan beragam produk investasi dan layanan pengelolaan dana.

“Melalui pendekatan ini, BTN ingin mendorong nasabah untuk menjadikan BTN sebagai bank utama dalam transaksi keuangan mereka, bukan hanya untuk pembiayaan rumah,” ujar Rully.

Kepala Kantor Wilayah BTN Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara, Bagus Hendri Setiawan, mengatakan BTN kini tidak hanya melayani pembiayaan perumahan, tetapi juga berbagai kebutuhan transaksi keuangan masyarakat, baik untuk nasabah individu, UMKM maupun korporasi.

“BTN ingin hadir sebagai bank consumer yang melayani kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari sandang, pangan, hingga papan. Karena itu kami terus memperluas layanan agar BTN dapat menjadi mitra transaksi keuangan masyarakat dalam berbagai kebutuhan,” ujar Bagus.

Secara kinerja, BTN mencatatkan laba sekitar Rp 3,5 triliun pada tahun 2025 atau tumbuh sekitar 16,7 persen secara tahunan. Tahun ini perseroan menargetkan laba dapat meningkat menjadi sekitar Rp 4,5 triliun, bahkan diupayakan bisa menembus Rp 5 triliun atau tumbuh sekitar 30 persen.

Ke depan, BTN juga berencana memperluas ekosistem consumer banking melalui berbagai produk baru yang terintegrasi dengan layanan digital. Pada semester I 2026, BTN menargetkan peluncuran layanan paylater. Sementara pada semester II, perseroan akan menghadirkan kredit kendaraan bermotor (KKB).