NTT Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Lebaran

Posted on

Kupang

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena memastikan stok beras di wilayahnya masih aman hingga tiga bulan ke depan menjelang Idul Fitri.

Menurut Laka Lena, ketersediaan beras yang dikelola Bulog di NTT saat ini mencapai sekitar 17.500 ton.

“Dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama kurang lebih tiga bulan ke depan, menjelang Idul Fitri,” ujar Laka Lena saat dikonfirmasi, Sabtu (14/3/2026).

Berdasarkan pemantauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTT terhadap 17 jenis dan 26 komoditas barang kebutuhan pokok selama periode Januari-Februari 2026, ketahanan stok rata-rata masih mampu memenuhi kebutuhan selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional.

“Ketahanan stok rata-rata masih mampu memenuhi kebutuhan selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional dengan rata-rata ketahanan sekitar dua bulan,” ujarnya.

Dari sisi harga, terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan di tingkat distributor, yakni daging sapi 2,94%, telur ayam 45%, bawang merah 14,28%, cabai merah besar 33,33%, cabai merah keriting 14,28%, dan cabai rawit merah 8,33%.

Untuk menjaga stabilitas harga, Disperindag berkoordinasi dengan Satuan Tugas Pangan Polda NTT dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk memantau perkembangan harga selama periode hari raya.

Transportasi Mudik dan Pengawasan Perbatasan

Selain memastikan ketersediaan pangan, Pemprov NTT juga menyiapkan kelancaran transportasi menjelang arus mudik.

Laka Lena mengatakan Dinas Perhubungan terus berkoordinasi dengan berbagai mitra transportasi untuk memastikan pelayanan transportasi selama masa mudik berjalan baik.

“Transportasi arus mudik harus dipastikan aman, terutama transportasi laut dan udara. Untuk transportasi darat sejauh ini relatif aman,” tambahnya.

Pemprov NTT juga menggelar rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) NTT untuk membahas kesiapan arus mudik, ketersediaan bahan pokok dan BBM, pengawasan perlintasan ilegal di wilayah perbatasan, serta pencegahan konflik sosial di Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Alor.

“Di antaranya antisipasi arus mudik Idul Fitri, ketersediaan bahan pokok dan BBM, pengawasan perlintasan ilegal di wilayah perbatasan, serta pencegahan konflik sosial di Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Alor,” terangnya.

Selain itu, rapat juga membahas langkah pencegahan konflik sosial, khususnya sengketa lahan di wilayah Adonara, Kabupaten Flores Timur, serta dinamika sosial di Kabupaten Alor.

“Selain isu transportasi dan ketersediaan pangan, rapat Forkopimda juga membahas langkah-langkah pencegahan konflik sosial, khususnya terkait sengketa lahan di wilayah Adonara, Kabupaten Flores Timur, serta dinamika sosial di Kabupaten Alor,” terangnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan jalur perlintasan di wilayah perbatasan, khususnya di Wini, Motamasin, dan Oepoli, untuk mencegah aktivitas lintas batas ilegal.

“Pintu masuk resmi kita hanya beberapa, sementara jalur tidak resmi cukup banyak. Karena itu perlu pengawasan yang baik untuk mencegah perlintasan ilegal, baik orang maupun barang dari dan ke wilayah Timor Leste,” jelasnya.

Ia menegaskan Forkopimda NTT memiliki peran strategis dalam memastikan situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif selama perayaan Idul Fitri.

“Fokus sinergi Forkopimda diarahkan pada beberapa hal, yaitu memastikan kelancaran transportasi mudik, menjaga stabilitas harga pangan, memperkuat pengawasan wilayah perbatasan, meningkatkan deteksi dini konflik sosial, serta memperkuat koordinasi antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah,” pungkasnya.