Jembrana –
Arus mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, menunjukkan tren penurunan dibandingkan tahun lalu. Memasuki H-8 lebaran, jumlah penumpang yang menyeberang dari Bali menuju Pulau Jawa tercatat merosot hingga 30,5 persen, sementara arah sebaliknya dari Jawa ke Bali justru naik.
Berdasarkan data Posko Gilimanuk, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Gilimanuk selama 24 jam (periode 13 Januari 2026 pukul 00.00 hingga 23.59 WIB), tercatat sebanyak 37.877 orang telah menyeberang ke Jawa. Angka ini turun cukup signifikan dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai 54.478 orang.
Kondisi serupa juga terlihat pada jumlah kendaraan yang keluar Bali. Total seluruh kendaraan yang menyeberang tercatat sebanyak 12.176 unit, turun 25,3 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 16.305 unit.
Rincian kendaraan yang keluar dari Bali pada H-8 meliputi 6.066 sepeda motor, turun 34,9 persen dibandingkan 9.316 unit pada periode yang sama tahun lalu. Kemudian mobil pribadi tercatat sebanyak 3.573 unit, turun 10,8 persen dari 4.004 unit pada tahun lalu.
Sementara itu, truk tercatat 2.154 unit atau turun tipis 0,8 persen dari 2.172 unit tahun lalu. Adapun bus tercatat 383 unit, turun tajam 52,9 persen dibandingkan 813 unit pada periode yang sama tahun lalu.
“Secara akumulatif, sejak H-10 hingga H-8, total penumpang yang meninggalkan Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk berjumlah 97.572 orang, turun 19,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (121.874 orang),” ungkap Manager Usaha PT ASDP Gilimanuk Didi Juliansyah saat dikonfirmasi, Sabtu (14/3/2026).
Berbeda dengan tren di Gilimanuk, arus penumpang dari Jawa menuju Bali melalui Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, justru mengalami kenaikan tipis. Pada H-8 (13 Januari 2026), total penumpang yang masuk ke Bali mencapai 26.173 orang. Angka ini naik 6,2 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 24.640 orang.
Meski jumlah penumpang naik, sektor kendaraan pribadi di Pelabuhan Ketapang mengalami penurunan. Sepeda motor turun 7,3 persen (561 unit) dan mobil pribadi turun 7,3 persen (1.565 unit).
Peningkatan juga terjadi pada kendaraan logistik dan transportasi umum dari Jawa menuju Bali. Tercatat truk sebanyak 2.604 unit atau naik 10,8 persen dibandingkan 2.350 unit pada periode yang sama tahun lalu.
Selain itu, bus tercatat 635 unit atau meningkat 7,4 persen dari 591 unit pada tahun lalu. Secara keseluruhan, jumlah kendaraan yang masuk ke Bali pada H-8 mencapai 5.365 unit atau naik 2,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pihak otoritas pelabuhan mencatat sebanyak 220 trip pelayaran di Gilimanuk dan 231 trip di Ketapang telah dioperasikan dalam 24 jam terakhir untuk melayani pemudik dan arus logistik.
“Saat ini Sabtu (14/3/2026) di Selat Bali tengah dioperasikan kapal sebanyak 31 armada. Kita sudah masuk pada pola sangat Padat,” tandas Didi.






