Denpasar –
Para pedagang di Denpasar, Bali, khususnya yang berjualan di pasar yang dikelola Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Sewakadarma, diminta membawa pulang sampahnya yang timbul dari aktivitas berjualan.
“Iya, para pedagang kami minta bawa sendiri sampahnya untuk dikelola mandiri,” jelas Direktur Utama (Dirut) Perumda Pasar Sewakadarma Denpasar, Ida Bagus Kompyang Wiranata, saat dikonfirmasi, Jumat (13/3/2026).
Kompyang menjelaskan langkah ini diambil untuk menangani permasalahan sampah menjelang penutupan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Suwung dalam waktu dekat. Kebijakan ini berlaku sementara sambil menunggu kabar lebih lanjut terkait pengelolaan sampah di pasar.
“Mulainya tanggal 9 Maret 2026 dan berlaku sementara,” sambung Wiranata.
Wiranata mengklaim solusi membawa pulang sampah yang dihasilkan saat berjualan berasal dari ide pedagang di pasar. “Ya dari pedagang itu sendiri, barang dagangan yang menghasilkan sampah,” terangnya.
“Sementara waktu sampahnya dibawa pulang atau saat mau berdagang sudah dipilah terlebih dahulu sehingga tidak semua dibuang di pasar,” sambung Wiranata.
Di sisi lain, Perumda Pasar Sewakadarma Denpasar kini menghentikan penarikan retribusi sampah dari pedagang. Penarikan retribusi disetop karena pedagang diminta untuk membawa kembali sampahnya dan dikelola secara mandiri di rumah.
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
Siapkan Pengolahan Sampah
Wiranata mengungkapkan sampah di pasar-pasar Denpasar biasanya dibuang ke TPA Suwung. Namun, karena ada rencana penutupan, Perumda Pasar Sewakadarma Denpasar mencoba mencari solusi dalam pembuangan sampah.
Perumda Pasar Sewakardama Denpasar berencana membangun tempat pengelolaan sampah di area pasar dan menambah tong komposter untuk mengelola sampah organik. Sampah organik yang dimaksud salah satunya sarana upacara, canang, dan sisa makanan pengunjung di pasar. “Sampah ini harus kami kelola agar tetap bersih,” ujar Wiranata.
Wiranata memperkirakan sistem pengolahan sampah di pasar dapat terealisasi kurang lebih enam bulan ke depan. Wiranata pun meminta agar para pedagang dapat memahami dan menunggu kabar baik dari pengelolaan sampah di pasar tersebut.
Respons Pedagang
Sejumlah pedagang merespons kebijakan Perumda Pasar Sewakardama Denpasar yang meminta orang yang berjualan membawa pulang sampahnya.
Ari, salah satu pedagang di Pasar Kreneng, mengungkapkan belum mengetahuinya pasti regulasinya. Namun, untuk beberapa sampah masih dibuang di tempat yang tersedia di pasar.
“Saya kan pulangnya lebih awal jam 06.30 Wita sudah tutup karena mau kerja. Sampah yang di pasar masih saya buang di sana, saya nggak tahu kalau ada kabar itu,” ujar Ari.
Pedagang lain yang tidak mau disebutkan namanya mengaku telah mendengar kabar tersebut. Namun, ia belum sepenuhnya bisa membawa semua sampah untuk diolah secara mandiri.
“Ya saya ikuti, tetapi masih ada beberapa tak bawa sisanya ada yang tak buang di tempat sampah di pasar,” terang salah satu pedagang lain.






