Lombok Timur –
Sebuah video yang memperlihatkan adanya uang tunai di dalam paket Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), viral di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat uang pecahan Rp 50 ribu ditemukan di dalam ompreng atau wadah makanan yang dibagikan kepada penerima manfaat.
Video tersebut diunggah oleh seorang guru bernama Baiq Dian Fitriani saat mengulas menu MBG. Dalam rekaman berdurasi 2 menit 56 detik itu, ia membuka satu per satu isi paket makanan hingga menemukan uang tunai Rp 50 ribu di dalamnya.
“Ini menu spesialnya, ada THR-nya, lima puluh ribu. MasyaAllah hari ini spesial banget menunya,” kata Baiq Dian Fitriani yang diunggah dalam akun Facebooknya, Rabu (11/3/2026).
Menanggapi hal tersebut, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rinjani Zein di Desa Loyok, Kecamatan Sikur, Faisal Hidayatullah, menjelaskan uang tunai tersebut memang sengaja diberikan kepada seluruh penerima manfaat.
Uang tersebut disisipkan di dalam bingkisan menu MBG yang dibagikan kepada para siswa serta kelompok B3 (balita, ibu hamil, dan ibu menyusui).
“Pembagian uang tunai Rp 50 ribu dalam menu MBG selama Ramadan ini merupakan arahan dari mitra, dengan tujuan sebagai zakat dan sedekah Ramadan,” ujar Faisal.
Ia menyebutkan jumlah penerima manfaat program tersebut mencapai 1.533 orang. Rinciannya, sebanyak 986 orang merupakan siswa dari tingkat TK hingga SLTA, sedangkan 544 orang berasal dari kelompok B3.
“Penerima manfaat kami saat ini berjumlah 1.533 orang, terdiri dari siswa dari tingkat TK sampai SLTA sebanyak 986 orang dan B3 sebanyak 544 orang,” jelasnya.
Sementara itu, mitra SPPG Rinjani Zein, Zainuddin, mengatakan pembagian uang tersebut diharapkan dapat membantu kebutuhan para penerima manfaat selama bulan Ramadan.
“Kebutuhan selama Ramadan, apalagi menjelang Lebaran, tentu banyak. Jadi melalui cara ini saya berusaha membantu. Tidak ada tujuan apa pun dalam pembagian uang ini, saya sekadar ingin memperbanyak pahala selama Ramadan,” kata Zain.
Ia menegaskan bantuan tersebut murni sebagai bentuk berbagi kepada masyarakat, khususnya penerima manfaat dari dapur MBG yang dikelola Yayasan Bina Masyarakat Lombok. Selain itu, Zain juga menyampaikan sebagian pemasukan dari dapur MBG yang dikelolanya akan disisihkan untuk membantu anak yatim, guru mengaji, dan marbot.
“Pemasukan dari dapur MBG ini akan saya sisihkan untuk membantu anak yatim, guru ngaji, dan marbot. Pemasukan yang dimaksud adalah dari sewa dapur kami, karena untuk kebutuhan keluarga masih bisa kami dapatkan dari usaha tembakau,” pungkasnya.






