Tiga Ruang Kelas SDN 5 Banjar Rusak Berat Diterjang Banjir Bandang

Posted on

Buleleng

Banjir bandang yang menerjang Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Buleleng, turut berdampak pada aktivitas belajar mengajar di SD Negeri 5 Banjar. Tiga ruang kelas yang berada di lantai bawah sekolah mengalami kerusakan cukup parah, termasuk peralatan belajar yang ada di dalamnya.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata mengatakan saat ini proses pembelajaran sudah kembali berjalan dengan skema penyesuaian.

“Hari ini anak-anak sebenarnya sudah mulai belajar secara luring untuk kelas 4, 5, dan 6 sesuai arahan kepala sekolah. Sedangkan kelas 1, 2, dan 3 masih melaksanakan pembelajaran secara daring,” kata Surya Bharata, Rabu (11/3/2026).

Ia menjelaskan khusus untuk siswa kelas 6 pada hari yang sama juga telah melaksanakan simulasi Tes Kompetensi Akademik (TKA). “Simulasi TKA tadi sudah berlangsung dan berjalan lancar dengan memanfaatkan tiga ruang kelas yang ada di lantai atas,” ujar Surya.

Sementara itu, tiga ruang kelas di lantai bawah hingga kini masih dalam proses pembersihan. Lumpur sisa banjir masih terlihat di sejumlah titik dan perlu segera ditangani agar ruangan bisa kembali digunakan.

Selain SD Negeri 5 Banjar, dampak banjir juga terjadi di sekolah lain. Salah satunya SMP Negeri 3 Seririt yang mengalami kerusakan pada tembok penyangga di bagian bawah bangunan.

“Nanti kami akan lakukan asesmen terlebih dahulu. Jika memungkinkan, pembelajaran bisa diatur dengan sistem shift atau disesuaikan kembali dengan ketersediaan ruang kelas,” jelas Surya.

Untuk SD Negeri 5 Banjar sendiri, kerusakan dinilai cukup berat karena banyak buku yang terendam air, termasuk koleksi buku perpustakaan sekolah.

“Kami akan mengidentifikasi terlebih dahulu kebutuhan yang ada. Di sekolah ini ada 67 siswa yang dilayani. Kemungkinan nanti kami akan berkomunikasi dengan sekolah terdekat untuk pemanfaatan bersama fasilitas belajar sampai ada bantuan pengadaan buku kembali,” katanya.

Surya menambahkan, pihak sekolah juga dapat mengupayakan pengadaan buku secara mandiri melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Disdikpora Buleleng juga tengah mempertimbangkan solusi jangka panjang, mengingat sekolah tersebut sebelumnya pernah terdampak banjir.

“Kami mencoba merunut peristiwa yang terjadi dan mencari alternatif penanganan. Salah satunya kemungkinan memanfaatkan sekolah terdekat untuk sementara waktu atau melakukan penataan kembali bangunan yang ada,” kata dia.

Di sekitar lokasi sekolah terdapat beberapa sekolah lain seperti SD Negeri 7 Banjar dan SD Negeri 1 Banjar yang jaraknya relatif dekat. Opsi pemanfaatan bersama fasilitas belajar atau regrouping sekolah juga masih dalam tahap kajian.

“Yang terpenting pendidikan anak-anak tetap terfasilitasi dan kondisi seperti ini tidak terus berulang yang bisa mengancam keselamatan maupun proses belajar mereka,” tambahnya.

Untuk sementara waktu, pembelajaran daring bagi siswa kelas 1, 2, dan 3 kemungkinan masih akan berlangsung hingga masa cuti bersama dan libur Idulfitri selesai.

“Setelah masa libur itu berakhir, mudah-mudahan penanganan sudah bisa kita lakukan lebih cepat sehingga anak-anak dapat kembali belajar dengan normal,” pungkas Surya.

Puluhan Siswa Dapat Bantuan Uang

Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta memberikan bantuan dari uang pribadinya kepada puluhan siswa di SD Negeri 5 Banjar, saat berkunjung, Jumat. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan sekolah para siswa yang terdampak bencana, seperti tas, sepatu, hingga buku pelajaran yang hilang atau rusak akibat banjir.

Di sekolah tersebut tercatat terdapat 66 siswa. Dari jumlah itu, sekitar 11 siswa mengalami dampak cukup berat akibat banjir bandang yang menerjang wilayah tersebut.

Giri Prasta mengatakan bantuan ini diberikan sebagai bentuk empati sekaligus untuk memastikan para siswa tetap semangat kembali ke sekolah meski baru saja mengalami musibah.

“Kami juga memikirkan kebutuhan dasar para siswa, seperti tas, sepatu, dan buku yang kemungkinan hilang atau rusak akibat banjir,” ujar Giri Prasta.

Ia menyebut, secara pribadi dirinya memberikan bantuan sebesar Rp 800 ribu untuk setiap siswa agar mereka bisa kembali melengkapi kebutuhan sekolahnya.

“Oleh karena itu, secara pribadi kami memberikan bantuan sebesar Rp 800 ribu untuk setiap siswa. Harapannya, anak-anak bisa bangkit kembali dan tidak merasa minder dengan teman-temannya,” jelasnya.

Bantuan tersebut disampaikan langsung di hadapan Wakil Bupati Buleleng, anggota DPRD, serta kepala sekolah sebagai bentuk kepedulian dan rasa kemanusiaan terhadap para siswa yang terdampak bencana.

Giri Prasta berharap dukungan tersebut dapat membantu para siswa kembali beraktivitas belajar secara normal dan tetap percaya diri di lingkungan sekolah.