Bupati Sanjaya Semprot Direksi RSUD Tabanan soal Kelangkaan Obat

Posted on

Tabanan

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menyemprot jajaran direksi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tabanan setelah muncul persoalan kelangkaan obat di rumah sakit bertipe B tersebut. Sanjaya menegaskan teknologi tidak boleh dijadikan alasan hingga berdampak pada pelayanan masyarakat.

Peringatan keras itu disampaikan Sanjaya seusai mengikuti rapat di Gedung DPRD Tabanan, Rabu (11/3/2026). Ia mengaku telah memanggil jajaran direksi RSUD Tabanan untuk meminta penjelasan terkait persoalan tersebut.

Menurutnya, pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama dan persoalan administratif tidak boleh sampai mengganggu layanan kesehatan.

“Saya sudah tahu duduk permasalahannya seperti apa. Tapi teknologi jangan dijadikan alasan. Kan bisa suruh orang yang kompeten untuk mengurus hal tersebut. Makanya saya sudah berikan peringatan keras agar tidak terjadi hal yang sama,” tegas Sanjaya.

Sanjaya menegaskan persoalan kelangkaan obat di RSUD Tabanan kini sudah teratasi setelah dilakukan koordinasi dengan pihak rumah sakit dan BPJS.

“Ini sebagai pelajaran untuk kita bersama bahwa sekarang semua sudah berbasis teknologi dengan tujuan untuk akurasi dan transparansi. Mudah mudahan berjalan dengan baik,” tegasnya.

Terkendala Peralihan Sistem Klaim BPJS

Sebelumnya diberitakan, kelangkaan obat di RSUD Tabanan terjadi karena pihak rumah sakit belum bisa mengklaim pencairan BPJS akibat peralihan sistem dari manual ke digitalisasi.

Akibatnya, ribuan berkas klaim masih harus ditata ulang agar pencairan BPJS bisa dilakukan.

Permasalahan itu berdampak pada operasional rumah sakit karena dana klaim BPJS digunakan untuk menunjang kegiatan operasional, salah satunya untuk pembelian obat.