Dompu –
Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Seorang pria berinisial B (64) ditemukan dalam kondisi gantung diri di pohon nangka di Desa Kadindi Barat, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (9/3/2026) malam. Saat ditemukan, Burhanudin sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Kapolsek Pekat Iptu Jubaidin membenarkan kejadian tersebut. Kata dia, Burhanudin nekat mengakhiri hidupnya diduga karena depresi akibat penyakit yang dideritanya selama ini yang tak kunjung sembuh.
“Korban mengakhiri hidupnya dengan gantung diri karena frustasi dengan penyakit yang dideritanya sudah cukup lama,” ungkap Jubaidin pada Selasa (10/3/2026) sore.
Jubaidin mengungkapkan berdasarkan keterangan dari keluarganya, korban sering kali mengutarakan keinginannya untuk mengakhiri hidup kepada keluarganya. Keinginan itu disampaikan karena korban sudah tak tahan dengan penyakit yang dideritanya.
“Korban pernah merencanakan untuk mengakhiri hidupnya menggunakan racun tikus sehingga pihak keluarga merasa khawatir dan terus mengawasi korban,” ujarnya.
Sebelum ditemukan meninggal gantung diri, B diketahui meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan keluarganya setelah berbuka puasa bersama. Sejak saat itu, korban tak kunjung pulang hingga membuat istri dan keluarga lainnya khawatir.
Istri korban kemudian meminta pertolongan kepada dua orang tetangga agar membantu melakukan pencarian. Tetangga pun menyisir sejumlah lokasi yang tak jauh dari rumah.
Setelah beberapa saat melakukan pencarian, korban ditemukan berdiri di bawah pohon nangka tapi tetangga tidak berani untuk mendekat. Mereka melaporkan terlebih dahulu hasil temuannya kepada keluarga korban dan selanjutnya menuju lokasi temuan.
“Istri korban dan para tetangga menemukan korban dalam posisi berdiri dan terdapat tali nilon yang melingkar pada leher korban dan terikat pada ranting pohon nangka. Para tetangga mengecek kondisi korban namun saat itu korban dinyatakan sudah meninggal dunia,” jelas Jubaidin.
Jubaidin mengatakan, Polsek Pekat yang mendapatkan laporan warga kemudian melakukan evakuasi terhadap jasad korban dan melakukan olah tempat kejadian perkara.






