Lombok Barat –
Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kering yang disajikan selama Ramadan di Desa Batu Layar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), dikeluhkan warga. Pasalnya, menu itu hanya berisikan empat biji kurma, roti, dan satu botol kecil susu olahan.
“Guru-guru mengeluh, wali murid juga mengeluh,” kata Kepala Desa Batu Layar, Masnun, Kamis (5/3/2026).
Menurut Masnun, warga sampai mempertanyakan anggaran yang dihabiskan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam satu porsi tersebut. “Ya kalau saya lihat menunya, itu wajar dikeluhkan,” imbuhnya.
Masnun menegaskan porsi menu yang disajikan semestinya ditambah dan kandungan gizinya dapat diukur warga. Ia mengaku sudah beberapa kali menyampaikan keluhan warga terkait menu MBG tersebut, tetapi SPPG tidak pernah merespons.
“Ada koordinator kecamatan (Korcam) SPPG ini, kami mau penjelasannya seperti apa, kami mau duduk bersama, tetapi tidak direspon,” ujar Masnun.
Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG Lombok Barat, Saepul Ahkam, mengatakan menu seperti telur dan roti merupakan instruksi Badan Gizi Nasional (BGN) supaya lebih tahan lama saat bulan puasa. “Ya ini maunya pusat (BGN), bagaimana,” kata Ahkam.
Menurut Ahkam, standar gizi dan nilai satu porsi MBG kering memang menjadi sorotan sejumlah pihak. Namun, menurut ahli gizi dan BGN tidak ada yang bermasalah dalam menu tersebut.
“Ini kasus nasional, saya ikut grup WA SPPG nasional. Dalam bulan puasa ini, semua dikeluhkan itu rata-rata sejenis,” ungkap Ahkam.
Ahkam mengatakan sudah mengumpulkan semua ahli gizi sebulan lalu terkait menu MBG yang sering dikeluhkan. Namun, untuk menu kering tidak bisa berbuat banyak karena SPPG yang terlalu tertutup.
“Tidak bisa berbuat banyak. Tidak lagi eksklusif, tetapi sangat eksekutif,” tegas Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Lombok Barat itu.






