Denpasar –
Gubernur Bali Wayan Koster menyebut terjadi penurunan jumlah wisatawan ke Bali hingga 800 orang per hari imbas perang AS-Israel dan Iran di kawasan Timur Tengah. Penurunan itu terjadi dalam empat hari terakhir, sejak 1 hingga 4 Maret 2026.
“Terjadi penurunan dalam empat hari ini.Satu hari itu 800 orang kira-kira yang dari Timur Tengah,” ujar Koster saat mendampingi kunjungan kerja Menteri Lingkungan Hidup di Pantai Jimbaran, Kamis (5/3/2026).
Koster menjelaskan penurunan tersebut berkaitan dengan penutupan penerbangan dari dan menuju kawasan Timur Tengah. Penutupan ruang udara di sejumlah negara membuat sejumlah rute tidak dapat dilayani.
Selain berdampak pada wisatawan asal Timur Tengah, kondisi ini juga memengaruhi wisatawan dari Eropa yang biasanya transit di Dubai atau Doha sebelum melanjutkan perjalanan ke Bali. Mereka kemungkinan menyesuaikan rute penerbangan akibat pembatasan tersebut.
Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.
“Kalau Eropa pasti akan menyesuaikan rute keberangkatan yang tadinya lewat Dubai, Doha, akan beralih atau tidak lagi ke situ mungkin Singapura, atau Thailand, kalau yang langsung ke Bali dari Rusia ada dari negara lain ada. Yang dari Timur Tengah tidak bisa, kalau transit di Dubai, Doha, sudah tidak bisa,” jelasnya.
Koster berharap situasi tersebut tidak berlangsung lama dan maskapai segera menyesuaikan rute penerbangan agar kunjungan wisatawan kembali stabil.
“Mudah-mudahan cepat berhenti. Satu hari 800 orang untuk sekarang dan nanti pasti ada perbaikan rute. Mudah-mudahan bisa stabil,” harapnya.
Sebagai informasi, lebih dari 5.000 penumpang dan 35 penerbangan internasional di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, terdampak penutupan ruang udara di kawasan Timur Tengah. Data tersebut terhitung sejak 28 Februari hingga 4 Maret 2026 pukul 15.00 Wita.
Berdasarkan data operasional bandara, dari total 35 penerbangan yang terdampak, sebanyak 20 merupakan penerbangan keberangkatan dan 15 penerbangan kedatangan. Seluruh penerbangan tersebut dibatalkan oleh masing-masing maskapai.
Adapun maskapai yang terdampak antara lain Emirates, Etihad Airways, dan Qatar Airways dengan rute Denpasar menuju Dubai, Abu Dhabi, dan Doha, serta sebaliknya.






