Denpasar –
Pasar Sanglah di Denpasar, Bali, mengalami sejumlah kerusakan fasilitas, mulai dari kebocoran atap hingga lampu penerangan yang padam. Pengelola pasar mencatat terdapat sembilan titik kebocoran dan enam lampu mati di area pasar.
Kepala Unit Pasar Sanglah, Wayan Kardika, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan bagian teknik untuk melakukan perbaikan. Lokasi kebocoran juga sudah didokumentasikan sebagai bahan tindak lanjut.
“Untuk penerangan di los lantai satu ada enam titik yang mati, sudah kami perbaiki. Hari ini kami cek hanya satu. Itu disampaikan pedagang melalui grup pedagang di internal Pasar Sanglah,” terang Kepala Unit Pasar Sanglah Wayan Kardika ketika diwawancarai tim, Kamis, (5/3/2026).
Ia menjelaskan, keluhan pedagang terkait kondisi pasar disampaikan melalui grup WhatsApp internal pedagang. Grup tersebut dibuat untuk mempermudah komunikasi antara pedagang dan pengelola pasar, terutama untuk masalah yang bersifat mendesak.
“Yang sifatnya urgent yang terjadi di pasar. Antara lain bocor, lampu mati, airnya mati, kebersihan, kenyamanan pasar, hal lain bisa disampaikan di grup. Saya yang buat, untuk mempermudah pedagang komunikasi,” tambah Kardika.
Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Sewakadarma Ida Bagus Kompyang Wiranata menyampaikan bahwa segala bentuk kerusakan fasilitas dan infrastruktur akan langsung ditanggapi.
“Semua kerusakan perbaikan semaksimal mungkin kami setujui untuk diperbaiki. Karena kami tahu pedagang, pengunjung, butuh kenyamanan. Jadi mungkin masih dalam proses saja,” jelas Wiranata.
Wiranata menjelaskan bahwa bentuk penanganan atas pengelolaan pasar terpusat di Perumda Pasar Sewakadarma. Perumda memiliki Bidang Teknik sebagai sektor khusus yang menangani langsung perihal perbaikan sarana dan prasarana pasar.
“Jadi segala pungutan masuknya ke rekening pusat. Sehingga kantor pusat tahu berapa tunggakan, termasuk perbaikan dananya bagian pusat dari keuangan dan leading sektor perbaikannya bagian teknik,” ucap Wiranata.
Saat ini, Perumda Pasar Sewakadarma mengaku sedang memprioritaskan manajemen sampah. Wiranata memasang target untuk pasar bisa kurangi produksi sampah hingga seperempat atau sekitar 15 persen dari total keseluruhan sampah saat ini.
“Terutama pedagang mobil kan dari kampung atau desa. Sampah-sampah banyak yang dibuang di pasar. Kan kami yang beban jadinya. Jadi semaksimal mungkin pedagang mobil itu produksi sampahnya harus seminimal mungkin, kalau bisa ya sampahnya bawa pulang lagi,” terang Wiranata.
Perumda Pasar Sewakadarma akan tegaskan pemilahan sampah, pencacahan, hingga penggunaan teba modern untuk mengolah sampah berbasis sumber.






