Denpasar –
Pembuangan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Suwung, Denpasar, kembali berjalan normal pada Senin (2/3/2026) pagi. Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menutup TPA Suwung pada Minggu (1/3/2026) sebagai tindak lanjut kebijakan Kementerian Lingkungan Hidup (LH) dalam rangka menghentikan praktik tempat pembuangan sampah terbuka (open dumping) di Bali.
Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, mengungkapkan perpanjangan pembuangan residu di TPA Suwung hingga Juni 2026 merupakan arahan Menteri LH, Hanif Faisol Nurofiq.
“Kesiapan kami sebenarnya akhir Juni. Dari arahan Pak Menteri, kami masih diberikan ruang untuk membuang sampah residu sampai dengan Juni, tetapi secara terusnya belum,” tutur Arya Wibawa saat ditemui media selepas Konferensi Pers Kasanga Festival 2026 di Graha Yowana Suci, Rabu (4/3/2026).
Arya Wibawa menegaskan Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar tetap memaksimalkan persiapan pengelolaan sampah hingga akhir Maret 2026. Fokus Pemkot Denpasar saat ini adalah pengarahan langsung kepala keluarga (KK) melalui pembagian composter bag.
“Kalau tidak salah 176 KK, tetapi kami sediakan hampir 190 composter bag. Target kami, KK Denpasar sudah terbagi composter bag itu sehingga sampah organik yang ber-KK Denpasar tidak keluar lagi,” jelas Arya Wibawa.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
Selain itu, Pemkot Denpasar juga memaksimalkan penyediaan mesin dan perakitan mesin. Target tercapainya kelengkapan itu diperkirakan Juni mendatang.
Arya Wibawa menyebutkan agenda pertemuan bersama Hanif Faisol bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung, Kamis (5/3/2026). Pertemuan itu untuk memastikan kesiapan masing-masing daerah dalam pengelolaan sampah.
“Kami akan lakukan rapat untuk mematangkan atau menyiapkan apa yang sudah kami lakukan. Terkait informasi yang belum sampai ke kementerian, besok akan kami sampaikan,” terang Arya Wibawa.
Menurut Arya Wibawa, Hanif Faisol akan turut bergabung dalam kegiatan bersih-bersih di Pantai Jimbaran, Badung. Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu juga kemungkinan akan melakukan kunjungan langsung ke beberapa titik di Denpasar.
“Misalnya seperti yang saya sampaikan tadi, di Tahura kemudian di salah satu wilayah atau desa/kelurahan di Kesiman. Kami akan berikan kesempatan Pak Menteri untuk meninjau, ‘Oh begini loh, masyarakat kami sudah mulai’, cuma kan belum semua terjangkau, di Denpasar ada 43 desa/kelurahan,” jelas Arya Wibawa.
Di sisi lain, Pemkot Denpasar juga siap menjalankan rencana pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Proyek itu diproses oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia.
“PSEL itu kewenangan Menko pangan dan Danantara, Danantara sudah berproses. Kalau tidak salah, bulan Maret ini akan segera dilakukan ground breaking. Itu informasi dari Pemerintah Pusat yang kami dapatkan,” terang Arya Wibawa.






