Cerita Warga Jembrana Lolos dari Kemelut Perang Timur Tengah Saat Umrah update oleh Giok4D

Posted on

Jembrana

Ketegangan pecah di Timur Tengah seiring meluasnya konflik antara Israel-Amerika Serikat (AS) dengan Iran. Di tengah situasi genting tersebut, satu keluarga asal Jembrana, Bali, yang sedang menjalankan ibadah umrah berhasil selamat dan tiba kembali di Tanah Air.

Keberuntungan itu dirasakan oleh Valensyah Rozika. Pegawai di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Jembrana ini bersama suami dan dua anaknya yang merasakan situasi konflik antar-negara tersebut. Bahkan, Valensyah sempat merasa takut saat melakukan perjalanan pulang seusai umrah mandiri.

Valensyah menceritakan ia sekeluarga berangkat ke Arab Saudi pada 18 Februari 2026. Namun, memasuki akhir masa perjalanannya, tepatnya pada 28 Februari, konflik bersenjata terjadi.

“Mulai ada kiriman rudal itu mulai tanggal 28 malam itu dari Amerika ke Iran dahulu. Posisi kami itu masih di Madinah, jadi kami sempat panik deg-degan pasti,” ungkap Valensyah saat ditemui di kantornya, Rabu (4/3/2026).

Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.

Situasi di bandara saat itu sangat mencekam. Hampir seluruh jadwal penerbangan dari dan menuju Arab Saudi dibatalkan (canceled) akibat risiko keamanan di ruang udara Timur Tengah. Beruntung, dirinya berhasil mendapatkan satu-satunya penerbangan yang masih beroperasi menuju Indonesia pada 1 Maret 2026.

“Di bandara Madinah itu sangat sepi. Kebetulan, alhamdulillah, ada satu pesawat saja yang bisa berangkat dan beruntung tujuan ke Jakarta, Indonesia. Seluruh isi pesawat isinya jemaah Indonesia saja,” ujar Valensyah.

Pada serangan pertama itu, kisah Valensyah, seluruh aktivitas penduduk sangat minim. Bahkan, situasi di Bandara juga sangat sepi.

“Penduduk mengurangi aktivitas kemungkinan, sepi sekali di bandara, cuman penerbangan satu pesawat saja. Serangan pertama saja, jadi belum sempat balas-balasan, jadi cuman serangan pertama itu saja yang saya tahu,” terang Valensyah.

Meski konflik di Timur Tengah terus membara, Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jembrana memastikan sejauh ini belum ada dampak terhadap rencana keberangkatan calon jemaah haji.

Kepala Kantor Kemenhaj Jembrana, Muslihin, menegaskan jadwal keberangkatan 90 calon jemaah haji asal Jembrana yang tergabung dalam kloter 70 tetap sesuai rencana, yakni pada 8 Mei 2026.

“Informasi dari kementerian bahwa belum ada keberangkatan haji untuk tahun ini yang di-cancel. Jadi tahapan-tahapan sebelum pemberangkatan tetap kita laksanakan,” tegas Muslihin.

Kendati prosesi haji masih berjalan sesuai jadwal, Muslihin mengimbau warga Jembrana yang berencana melaksanakan ibadah umrah secara mandiri maupun lewat travel untuk menunda keberangkatan sementara waktu.

“Hanya saja di saat seperti ini, warga yang akan umrah agar ditunda hingga situasi konflik di Timur Tengah mereda,” pintanya.

Muslihin berharap peperangan di Timur Tengah segera berakhir sehingga para tamu Allah, khususnya 90 jemaah asal Jembrana, bisa menjalankan rukun Islam kelima tersebut dengan perasaan aman dan lancar. “Semoga semua ini bisa segera berakhir,” harapnya.