Gedung SDN 1 Gadung Sari Tabanan 3 Tahun Rusak Berat, Siswa Berbagi Kelas

Posted on

Tabanan

Siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Gadung Sari, Kecamatan Selemadeg Timur harus belajar berbagi ruang kelas. Kondisi ini dikarenakan satu gedung yang terdiri dari tiga ruang kelas rusak berat dan belum tersentuh perbaikan sejak 2022.

Kepala Sekolah SDN 1 Gadung Sari, I Nyoman Widana saat ditemui di sekolah setempat, Senin (2/3/2026) mengatakan kerusakan gedung yang berada di sebelah selatan itu karena bencana alam pada 2022.

“Waktu itu hujan deras dan disertai angin kencang mengakibatkan atap gedung ambruk. Walhasil sejak saat itu, kami terpaksa menggabungkan kegiatan belajar siswa dalam satu ruangan,” ujar Widana.

Dia menjelaskan untuk kelas II hingga VI belajar dalam satu ruangan dengan hanya dipisahkan satu sekat. Sementara kelas I belajar di ruangan guru yang juga disekat. Kondisi ini sudah dimaklumi oleh orang tua murid.

Bahkan, tiga ruangan kelas yang digunakan untuk proses belajar-mengajar juga dalam kondisi rusak sedang yakni tembok serta plafon yang berlubang.

“Total siswa di sini sebanyak 44 orang yang berasal dari tiga banjar yakni Banjar Cepaka, Banjar Munduk Pakel, dan Banjar Nyatnyatan. Sementara jumlah guru sebanyak 7 orang,” katanya.

Widana mengatakan alasan lama tak diperbaiki lantaran status tanah sekolah tersebut sebelumnya masih berstatus tanah adat. Sehingga bantuan dari pemerintah terganjal administrasi. Kata Widana, sekolah ini dibangun pada 1 Agustus 1951.

Kondisi ini kemudian disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan dan langsung diatensi. Pihak sekolah didampingi Camat Selemadeg Timur beserta Perbekel Gadung Sari dan Bendesa Adat Cepaka kemudian melakukan pertemuan untuk membahas peralihan status tanah agar menjadi aset milik pemerintah.

“Sertifikat yang ditandatangani sekda sudah kami terima dan disaksikan pihak perbekel serta desa adat. Sehingga anggaran perbaikan sekolah bisa dilakukan oleh pemerintah,” bebernya.

Kata dia, jikalau nantinya sekolah tersebut dipindahkan atau di bangun di tempat baru maka status tanah akan dikembalikan menjadi milik adat.

Lanjut Widana, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan juga sudah mengunjungi sekolah tersebut sekitar satu minggu lalu. Dari kunjungan itu, Widana mengatakan untuk perbaikan rencana dilakukan pada bulan April 2026 mendatang.

“Rencananya bulan April nanti akan diperbaiki,” pungkasnya