Pemkab Badung-Perumdam Bakal Sulap Banjir Jadi Air Bersih

Posted on

Badung

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung bersama Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mangutama berkolaborasi untuk menyulap air luapan banjir menjadi air bersih. Upaya itu dilakukan melalui penerapan teknologi portabel Membrane-Based Non-Revenue Water Processing (NPR).

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, mengatakan langkah ini sekaligus menjawab strategi penanganan banjir. Menurutnya, air limpasan hujan di kawasan strategis diambil dan diupayakan untuk diolah agar tidak terbuang percuma ke laut. Hal ini juga dapat membawa manfaat bagi seluruh warga.

“Air genangan nantinya tidak hanya dibuang ke laut, tetapi diproses menjadi cadangan air bersih layak konsumsi. Dengan teknologi ini, penanganan banjir di Badung menjadi lebih produktif,” kata Adi Arnawa saat menghadiri Gerakan Bali Bersih Sampah di Pantai Petitenget, Minggu (1/3/2026).

Pemkab Badung telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 266 miliar pada 2026 untuk menuntaskan masalah banjir di titik kronis, seperti Jalan Dewi Sri. Dana besar tersebut dialokasikan secara spesifik untuk pelebaran sungai, penataan drainase hingga pembangunan embung penampung air hujan.

“Kami fokuskan anggaran signifikan ini untuk membenahi infrastruktur dasar agar aliran air lebih lancar. Pembangunan embung juga menjadi prioritas kami sebagai wadah penampungan air saat intensitas hujan tinggi,” jelas Adi Arnawa.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penaraan Ruang (PUPR) Badung, Anak Agung Rama Putra, mengungkapkan, selain penataan drainase, Pemkab Badung juga mulai membangun sistem long storage untuk memperkuat pengendalian banjir di wilayah selatan, khususnya Kecamatan Kuta. Proyek stasiun pompa dan pengamanan alur Tukad Mati terpantau sudah masuk dalam tahap lelang.

“Saat ini sedang dalam proses lelang untuk beberapa proyek infrastruktur pengendali banjir. Kami juga menyiapkan proyek pendukung untuk meningkatkan kapasitas drainase di titik rawan seperti Basangkasa dan Sunset Road,” tutur Rama Putra.

Nilai pagu paket pengawasan pembangunan pengendali banjir alur Tukad Mati ini mencapai Rp 846,5 juta yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Badung 2026. Proyek ini mencakup belanja modal bangunan pengaman sungai dan penanggulangan bencana alam guna mengantisipasi luapan air di masa mendatang.

“Ini bagian dari komitmen kami mempercepat perlindungan kawasan pantai. Pengerjaannya akan mencakup wilayah Jalan Campuhan hingga kawasan Jalan Pandawa yang selama ini kerap tergenang,” tambah Rama Putra.