Denpasar –
Sahur bukan sekadar makan sebelum imsak. Waktu makan ini berperan penting menjaga energi, kadar gula darah, dan keseimbangan cairan tubuh selama puasa. Salah memilih menu sahur bisa membuat tubuh cepat lapar, haus, bahkan lemas sebelum waktu berbuka.
Agar puasa tetap lancar dan tubuh tidak mudah drop, ada beberapa jenis makanan dan minuman yang sebaiknya dibatasi saat sahur.
1. Makanan Tinggi Gula
Makanan atau minuman tinggi gula seperti kue manis, sirup, teh manis berlebihan, dan sereal manis memang memberi energi cepat. Namun efeknya tidak bertahan lama.
Gula sederhana memicu lonjakan kadar gula darah secara drastis. Tubuh kemudian merespons dengan meningkatkan produksi insulin. Setelah itu terjadi penurunan energi tajam atau yang sering disebut sugar crash. Dampaknya, tubuh terasa lemas, cepat lapar, dan sulit fokus.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
Konsumsi gula berlebihan dalam jangka panjang juga meningkatkan risiko obesitas, diabetes, serta gangguan metabolisme.
2. Minuman Berkafein dan Berkarbonasi
Kopi, teh berkafein tinggi, dan minuman bersoda sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan saat sahur. Kafein bersifat diuretik, yaitu merangsang tubuh memproduksi urine lebih banyak. Akibatnya, cairan tubuh lebih cepat berkurang dan risiko dehidrasi meningkat saat puasa.
Minuman berkarbonasi juga dapat memicu kembung, gangguan lambung, dan rasa tidak nyaman di perut. Selain itu, kafein berlebihan dapat mengganggu kualitas tidur, menyebabkan jantung berdebar, serta menurunkan konsentrasi di siang hari.
3. Karbohidrat Olahan atau Sederhana
Karbohidrat sederhana seperti roti putih, mi instan, atau nasi dalam porsi berlebihan cenderung lebih cepat dicerna tubuh. Hal ini membuat rasa kenyang tidak bertahan lama dan tubuh lebih cepat lapar.
Jenis karbohidrat ini juga dapat menyebabkan fluktuasi gula darah yang memengaruhi stabilitas energi selama puasa. Sebagai gantinya, pilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, atau roti gandum yang dicerna lebih lambat dan membantu kenyang lebih lama.
4. Makanan Tinggi Lemak dan Gorengan
Gorengan dan makanan berlemak tinggi memang mengenyangkan, tetapi proses pencernaannya lebih berat. Akibatnya, perut terasa tidak nyaman, mudah kembung, dan bisa memicu gangguan lambung.
Konsumsi lemak berlebihan juga dapat memperlambat pengosongan lambung dan meningkatkan rasa haus saat puasa. Jika dikonsumsi rutin, makanan jenis ini berisiko menyebabkan kenaikan berat badan dan gangguan kesehatan lainnya.
5. Makanan Sangat Asin
Mi instan, ikan asin, telur asin, atau makanan olahan dengan kandungan natrium tinggi dapat memicu rasa haus berlebihan. Garam menarik cairan dari sel tubuh sehingga meningkatkan kebutuhan minum.
Saat puasa, kondisi ini membuat tubuh lebih cepat kekurangan cairan. Dampaknya adalah lemas, pusing, dan sulit berkonsentrasi di siang hari.
6. Makanan Terlalu Pedas
Makanan pedas dapat merangsang produksi asam lambung. Pada sebagian orang, kondisi ini memicu nyeri ulu hati, mual, atau diare. Gangguan pencernaan saat puasa tentu mengurangi kenyamanan beraktivitas.
Jika memiliki riwayat asam lambung atau maag, sebaiknya batasi konsumsi makanan pedas saat sahur agar lambung tetap stabil sepanjang hari.
Menghindari makanan yang kurang tepat saat sahur tidak berarti harus menyantap menu rumit. Kuncinya adalah keseimbangan: karbohidrat kompleks, protein, serat, lemak sehat, serta cukup air putih. Dengan pola makan yang tepat, tubuh tetap bertenaga, fokus terjaga, dan puasa bisa dijalani dengan lebih nyaman hingga waktu berbuka tiba.






