Gianyar –
Bali United akan menjamu Persijap Jepara pada pekan ke-23 Super League 2025/2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (28/2/2026). Dalam laga tersebut, pelatih Johnny Jansen kembali mempercayakan posisi lini belakang kepada Kadek Arel Priyatna.
Keputusan itu disampaikan Johnny Jansen dalam konferensi pers, Jumat (27/2/2026) sore. Ia menegaskan tetap memberikan kepercayaan kepada pemain Timnas Indonesia U-22 tersebut untuk mengawal pertahanan Serdadu Tridatu.
“Saya lihat di media sosial Arel mendapat kritik keras. Tapi saya harus menyikapi situasi ini secara bijaksana karena saya tidak harus ‘membunuh’ Arel dengan tidak memainkannya hanya karena ia melakukan blunder,” beber Johnny Jansen.
Pelatih asal Belanda itu menilai Arel merupakan pemain potensial dan aset masa depan Bali United maupun Indonesia. Menurutnya, kritik dalam sepak bola merupakan hal yang biasa.
Ia berharap Kadek Arel menjadikan kritik sebagai motivasi untuk tampil lebih baik saat menghadapi Persijap.
Sebelumnya, Kadek Arel mendapat sorotan saat Bali United menghadapi PSIM Yogyakarta pada pekan lalu. Umpan tanggung yang dilepaskannya ke arah Joao Ferrari berhasil diserobot pemain PSIM.
Dalam situasi tersebut, Ferrari terlanjur melakukan tekel yang berujung kartu merah dari wasit. Bali United pun harus bermain dengan 10 pemain.
Kehilangan satu pemain membuat situasi berubah drastis. Bali United yang sempat unggul 3-0 akhirnya dipaksa bermain imbang 3-3 hingga akhir pertandingan.
Kadek Arel yang turut mendampingi Johnny Jansen dalam konferensi pers mengakui kesalahannya pada laga sebelumnya sehingga menuai kritik dari suporter.
“Ini pelajaran berharga bagi saya dan saya harus belajar dari kesalahan ini. Situasi ini justru menjadi tantangan bagi saya untuk lebih dewasa dan besok ingin membuktikan di lapangan,” tegasnya.
Arel juga mengaku mendapat dukungan dari rekan setim dan pelatih untuk bangkit dan tidak terpuruk akibat kritik.






