TPA Kebon Kongok Kembali Normal, TPS Overload Dikosongkan

Posted on

Mataram

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok, Lombok Barat, kembali beroperasi normal. Pengiriman sampah dari Kota Mataram yang sebelumnya dibatasi satu ritase per hari, kini kembali menjadi 3-4 ritase per hari.

Wali Kota Mataram Mohan Roliskana memastikan TPA Kebon Kongok sudah kembali dibuka setelah landfil baru dinyatakan normal.

“TPA Kebon Kongok sudah dibuka,” kata Mohan, Jumat (27/2/2026).

Dengan kembali normalnya operasional TPA, Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram langsung memfokuskan penanganan pada sejumlah tempat pembuangan sementara (TPS) yang mengalami overload. Di antaranya TPS Sandubaya dan TPS Bintaro.

Mohan menuturkan, tumpukan sampah yang sudah overload di beberapa TPS dipastikan akan dipindahkan ke TPA Kebon Kongok agar tidak memicu persoalan sosial di masyarakat.

Proses pemindahan puluhan ribu ton sampah tersebut diperkirakan memakan waktu satu hingga dua bulan hingga kondisi TPS kembali bersih.

“Ndak bisa secara cepat dipindahkan sampahnya, karena tetap pengangkutan rutin. Tapi DLH Mataram mengangkut sampah di sana secara perlahan hingga kosong,” ujarnya.

Meski TPA Kebon Kongok kembali aktif, Pemkot Mataram tetap mendorong percepatan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kebon Talo di Ampenan. Fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang persoalan sampah di Kota Mataram.

“Mudah-mudahan (bisa satu tahun). Kita berharap ini (TPST Kebon Talo) bisa diselesaikan lebih singkat, mungkin dua tahun lah. Kebutuhan kita sangat mendesak soal ini. Dan kehadiran TPST Kebon Talo ini nanti akan sangat signifikan untuk memberikan dampak terhadap pelayanan persampahan di Mataram,” terangnya.

Mohan menegaskan, meskipun TPST Kebon Talo nantinya beroperasi, Pemkot Mataram tetap membutuhkan TPA Kebon Kongok untuk menampung residu sampah.

“Tetap masih, tapi mungkin residu,” jelasnya.

Di sisi lain, Mohan juga menyoroti keterbatasan kendaraan operasional pengangkut sampah. Menurutnya, sejumlah armada sudah rusak dan termakan usia, sementara mobilisasi pengangkutan cukup tinggi.

“Kendaraan operasional kita terbatas, jumlah sudah mulai terbatas, sementara mobilisasinya tinggi. Itu yang harus kita persiapkan peremajaannya, termasuk juga untuk kendaraan roda tiga,” pungkasnya.

Sebagai informasi, TPST Kebon Talo dipastikan akan dibangun tahun ini di Kecamatan Ampenan. Fasilitas ini disiapkan untuk mengatasi persoalan sampah yang sempat mencapai level darurat setelah penutupan TPA Kebon Kongok beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mataram, Nizar Denny Cahyadi, mengatakan penganggaran pembangunan TPST Kebon Talo telah disiapkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

“Penganggaran TPST Kebon Talo sudah ada di Kementerian PU, dan sudah dianggarkan. Sekarang masih tahap pengumpulan data untuk memastikan perencanaan itu,” kata Nizar.

Ia mengungkapkan, anggaran pembangunan fisik TPST mencapai sekitar Rp 97 miliar, sedangkan untuk perencanaan sekitar Rp 4 miliar. Seluruh anggaran bersumber dari kementerian.

“Semuanya dari kementerian, kementerian yang mengerjakan. Kami cuma menyiapkan lahan. Setelah selesai, kami menyiapkan operasional,” terangnya.

Pemkot Mataram menyiapkan lahan seluas sekitar 80 are untuk pembangunan TPST Kebon Talo. “Setelah perencanaan selesai, langsung di tender,” jelasnya.