Makam Wali Pitu, Tempat Ziarah dan Bukti Penyebaran Islam di Bali | Info Giok4D

Posted on

Denpasar

Wisata religi, seperti berziarah ke makam tokoh-tokoh agama, mulai digandrungi sebagian besar orang. Salah satunya berziarah ke makam Wali Pitu Bali.

Wali Pitu Bali adalah tujuh tokoh pemuka agama yang memiliki peran penting dalam penyebaran Islam di Pulau Dewata. Keberadaan Wali Pitu ini menjadi bukti sejarah bahwa Islam juga hidup dan bertumbuh serta berakulturasi dengan budaya Hindu sebagai agama mayoritas di Bali.

Berikut tujuh tokoh Wali Pitu yang dimakamkan di Bali dan menjadi destinasi wisata religi.

1. Pangeran Mas Sepuh

Pangeran Mas Sepuh memiliki nama asli Syekh Achmad Choirussholeh. Makamnya berlokasi di Banjar Seseh, Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Badung. Pangeran Mas Sepuh merupakan putra dari Raja Mengwi I dan ibunya adalah putri Kerajaan Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim).

Pangeran Mas Sepuh datang ke Bali untuk bertemu ayahnya karena belum pernah berjumpa sejak lahir. Namun, setibanya di Bali, ternyata sang ayah telah wafat.

Suatu ketika, terjadi perselisihan antara keluarga Kerajaan Mengwi dan Pangeran Mas Sepuh memutuskan untuk meninggalkan istana. Tak lama kemudian, ia malah diserang oleh sekelompok orang bersenjata hingga pertempuran tidak bisa dihindarkan.

Makam Pangeran Mas sepuh ditemukan pada 1992 dan tidak pernah sepi pengunjung. Selain umat Islam, agama lain juga diperbolehkan berkunjung. Makam Pangeran Mas Sepuh biasanya buka dari pukul 07.00-21.00 Wita.

2. Syekh Abdul Qodir Muhammad

Syekh Abdul Qadir Muhammad awalnya datang ke Bali untuk menyebarkan agama Islam, mulai dari Karangasem, Buleleng, sampai Jembrana. Makamnya kini terletak di samping Pura Agung Labuan Aji, Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Buleleng.

Ada beberapa makam lain di samping kuburan Syekh Abdul Qadir Muhammad. Beberapa makam itu diyakini sebagai kuburan murid-muridnya.

Makam Syekh Abdul Qadir Muhammad sering dikunjungi oleh para peziarah yang datang dari dalam maupun luar Bali. Lokasi makam memang tidak terlalu luas dan masih menggunakan bangunan yang tertua, tetapi berada di daerah yang sejuk dan tenang.

3. Habib Ali bin Umar bin Abu Bakar Bafaqih

KH Habib Ali bin Umar Bafaqih lahir di Banyuwangi pada 1890. Ia pernah belajar dengan tekun hingga ke tanah Makkah, Saudi Arabia, selama tujuh tahun. Setelah pulang dari Makkah, Habib Ali bin Umar Bafaqih pernah mondok di Jombang sampai akhirnya berdakwah ke Bali sebagaimana permintaan Datuk Kyai Haji Mochammad Said, ulama terkenal di Loloan.

Habib Ali bin Umar Bafaqih meninggal dunia pada 1997 saat usianya telah mencapai 107 tahun. Ia kemudian dimakamkan di Jalan Nangka Nomor 145, Desa Loloan Barat, Kecamatan Negara, Jembrana.

Makam Habib Ali bin Umar Bafaqih satu area dengan Pondok Pesantren (Ponpes) Syamsul Huda yang didirikan olehnya pada 1935. Makamnya kini sering dikunjungi atau diziarahi oleh orang-orang dari berbagai daerah di Indonesia.

4. Raden Ayu Siti Khodijah

Makam Raden Ayu Pemecutan atau Siti Khotijah memiliki nama asli Gusti Ayu Made Rai. Ia adalah putri Raja Pemecutan yang menikah dengan Pangeran Bangkalan. Sebagai seorang mualaf, ia belajar agama Islam secara langsung dari suaminya, Raja Bangkalan Madura, Cakraningrat IV.

Makam Raden Ayu Siti Khodijah berlokasi di Jalan Gunung Batukaru, Desa Pemecutan, Denpasar. Di atas makamnya memiliki ciri khas, ada sebuah pohon yang katanya muncul tiba-tiba dan tumbuh. Meski sudah dipotong, tetap akan tumbuh lagi hingga akhirnya dibiarkan sampai ukurannya besar.

5. Wali Kembar

Makam Keramat Kembar berada di Desa Bungaya Kangin, Kecamatan Bebandem, Karangasem. Di dalam satu cungkup makam kembar ini terdapat makam Habib Ali bin Zainal Abidin al-Idrus dan makan Maulana Yusuf Al-Baghdadi Al-Maghribi. Keduanya sama-sama tokoh agama yang menyebarkan Islam di Bali, khususnya Karangasem, tetapi dengan latar belakang kisah yang berbeda.

Maulana Yusuf Al-Baghdadi Al-Maghribi diyakini berasal dari Bagdad, Irak, dan makamnya diperkirakan sudah berusia 350-400 tahun. Sedangkan Habib Ali bin Zainal Abidin Al-Idrus adalah ulama besar di Karangasem dan mengajar banyak santri di Bali hingga Lombok. Ia wafat pada 9 Ramadan 1493 Hijriah di usia 109 tahun.

Makam kembar Karangasem biasanya banyak dikunjungi oleh peziarah, mayoritas berasal dari Jawa dan Kalimantan. Sementara itu, peziarah asing yang datang setiap tahun berasal dari Malaysia, Singapura, dan Maroko.

6. Habib Ali bin Abu Bakar bin Umar Al-Khamid

Makam wali ini berada di tepi pantai Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung. Selama hidupnya, Habib Ali bin Abu Bakar al-Hamid pernah menjadi penasihat dan guru bahasa Melayu bagi Raja Klungkung, Dalem I Dewa Agung Jambe. Saat menjalankan tugasnya, Habib Ali juga menggunakan waktu untuk menyampaikan pesan agamanya kepada keluarga istana serta orang-orang yang terkait dengannya. Ia juga merupakan keturunan ke-32 Rasulullah Saw.

Makam Habib Ali sangat dihormati oleh warga sekitar, baik umat Islam maupun Hindu. Bukti dari hal tersebut adalah para peziarah yang tidak hanya berasal dari kalangan muslim, tetapi juga dari orang-orang yang beragama Hindu. Objek wisata Pantai Kusamba di Klungkung yang tidak jauh dari kompleks makam Habib Ali juga menambah daya tarik wisata religi Makam Keramat Kusamba.

Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.

7. Habib Umar bin Yusuf Al-Maghribi

Habib Umar bin Yusuf Al-Magribi berasal dari Timur Tengah dan sampai di Bali pada masa abad ke-15. Ia datang bersama dua orang lain dari sebuah lembaga pengembangan Islam di Pulau Talango, Madura. Mereka adalah Sheikh Maulana Raden Musa dan Sheikh Maulana Raden Husein.

Habib Umar bin Yusuf Al-Magribi diyakini wafat saat sedang bersemedi di Puncak Bukit Tapak, bagian dari kawasan Cagar Alam Batukaru. Masuknya melalui Kebun Raya Eka Karya Bedugul. Jadi, peziarah yang ingin berkunjung harus memberikan fotokopi identitas mereka dan dianjurkan untuk menggunakan jasa pemandu lokal.

Sebelum berkunjung, peziarah diminta untuk tetap berperilaku baik, memakai pakaian yang sopan, tidak terlalu memaksakan dalam berdoa, tidak merusak fasilitas, serta selalu menjaga kebersihan dan menghormati lingkungan sekitar.