Denpasar –
Fenomena gerhana bulan total yang akan terjadi pada Selasa (3/3/ 2026) dapat disaksikan dari wilayah Indonesia, termasuk Bali. Selain Indonesia, gerhana ini juga dapat diamati dari kawasan Amerika, Australia, serta Asia Timur, Asia Tenggara, dan Asia Tengah.
Sebagai informasi, gerhana bulan total sebelumnya pernah terlihat dari Indonesia pada 7 September 2025, meskipun fenomena ini tidak bisa disaksikan di sebagian di wilayah Papua.
Ketua Tim Manajemen Operasional Geofisika BMKG Wilayah III, Ein Nuzulul Laily menjelaskan bahwa masyarakat di Bali dapat menyaksikan fenomena gerhana bulan total mulai dari fase gerhana sebagian hingga gerhana sebagian berakhir, dengan catatan apabila kondisi langit cerah.
“Untuk wilayah Bali, gerhana mulai terlihat pada fase gerhana sebagian pukul 17.50 Wita berakhir pada fase gerhana sebagian pukul 21.17 Wita,” ujar Laily pada saat dihubungi, Rabu (25/2/2026).
Laily menjelaskan, rangkaian gerhana bulan total diawali dengan fase gerhana penumbra pada pukul 16.44 Wita yaitu saat bulan mulai memasuki bayangan samar Bumi. Selanjutnya, fase gerhana sebagian mulai pukul 17.50 Wita, ketika sebagian permukaan Bulan mulai tertutup bayangan inti Bumi.
Gerhana bulan total mulai terlihat pada pukul 19.04 Wita dan mencapai puncaknya pada pukul 19.34 Wita, ditandai dengan warna Bulan tampak merah tembaga. Setelah itu, Bulan perlahan keluar dari bayangan inti hingga gerhana total berakhir pukul 20.02 Wita dan rangkaian gerhana ditutup dengan fase penumbra pada pukul 22.22 Wita.
“Pada saat puncak gerhana, bulan berpotensi tampak berwarna merah atau blood moon jika kondisi langit cerah,” ujar Laily.
Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan fenomena tersebut, BMKG menegaskan bahwa gerhana bulan total aman diamati dengan mata telanjang. Namun, penggunaan teleskop atau alat bantu optik akan sangat membantu melihat bulan semakin jelas.





