Gianyar –
Hujan deras yang mengguyur wilayah Gianyar selama beberapa hari terakhir menyebabkan satu bangunan pura rusak dan empat pohon di Kecamatan Ubud tumbang. Peristiwa itu terjadi pada Senin (23/2) malam.
Sebuah pemedal agung atau gapura utama di Pura Kahyangan Dalem Kauh rusak akibat tergerus air hujan sekitar pukul 21.00 Wita.
“Kejadiannya, kemarin malam pukul 21.00 Wita,” kata seorang warga Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Wayan Sutampo, saat ditemui di depan Pura Kahyangan Dalem Kauh, Selasa (24/2/2026).
Sutampo mengatakan, warga melihat sebagian fisik gapura utama tersebut rusak. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke polisi dan pemangku setempat.
Setelah dilakukan pengecekan, lapisan tanah dan batu bata pada struktur bangunan gapura diketahui lapuk karena tergerus air hujan deras sejak beberapa hari terakhir. Akibatnya, bagian atas struktur gapura runtuh.
“Karena campuran tanah di gapuranya basah kena hujan terus-terusan. Akhirnya roboh,” kata Sutampo.
Kepala Seksi (Kasi Humas) Polres Gianyar Ipda Gusti Ngurah Suardita mengatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Aparat kepolisian mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan pengamanan.
“Kami sudah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) pada pukul 10.00 Wita untuk melakukan pengecekan serta berkoordinasi dengan pengempon, jero mangku, dan prajuru desa adat setempat,” kata Suardita.
Menurut Suardita, pura tersebut telah diamankan sejak Senin malam hingga Selasa pagi. Kerugian materi akibat kerusakan pemedal agung itu ditaksir mencapai Rp 100 juta.
“Tidak ada korban jiwa. Kerugian materi diperkirakan Rp 100 juta,” katanya.
Pantauan di lokasi, tumpukan puing bebatuan masih terlihat di sisi depan bangunan gapura. Selain pemedal agung, tidak ada bangunan sarana persembahyangan lain yang terdampak hujan deras.
Suasana di dalam pura juga tampak sepi. Tidak ada warga yang bersembahyang di lokasi tersebut. Suardita mengatakan pembersihan sisa puing bangunan akan dilanjutkan besok bersama warga.
Selain merusak bangunan pura, hujan deras juga menyebabkan empat pohon tumbang di Kecamatan Ubud.
Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Denpasar menyebutkan, pohon tumbang terjadi di Desa Mas, Desa Tulikup, Desa Sumita, dan Desa Sukawati.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Keempat pohon yang tumbang kini telah dibersihkan.
Sebelumnya, tembok penyengker atau tembok pembatas di Pura Kelembu, Kompleks Pura Taman Pule, Jalan Tegal Tajun, Desa Mas, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, roboh akibat tanah longsor. Peristiwa itu merusak tiga bangunan di dalam areal pura dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp 600 juta.
Dari sisi timur hingga barat areal pura, tiga bangunan yang tertimpa tembok penyengker merupakan bangunan tempat upacara dan penyimpanan sesaji, bale gong atau tempat penyimpanan gamelan, serta bangunan tempat penyimpanan banten.
Bangunan tempat upacara mengalami kerusakan paling parah. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Saat kejadian, tidak ada pemedek yang sedang bersembahyang di Pura Kelembu.





