Lombok Timur –
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyebabkan dua desa terendam banjir, Selasa (24/2/2026). Puluhan rumah warga terdampak akibat luapan air sungai dan bendungan.
Banjir merendam puluhan rumah di Desa Seriwe dan Desa Ekas Buana. Selain permukiman, akses jalan, sejumlah fasilitas umum, hingga rumah ibadah ikut tergenang air.
Kepala Desa Seriwe, Hudayana, mengatakan banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut dalam dua hari terakhir. Curah hujan yang tinggi membuat volume air sungai dan bendungan meningkat hingga meluap ke permukiman warga.
“Hujan deras sejak kemarin menjadi penyebab bertambahnya volume air sungai dan meluapnya air bendungan ke rumah warga. Kurang lebih sekitar 70 rumah yang terdampak,” terang Hudayana kepada .
Hudayana menjelaskan, banjir serupa sebenarnya sempat terjadi sekitar dua bulan lalu. Saat itu, genangan air berhasil surut setelah pintu bendungan dibuka dari dua sisi. Namun, hujan deras yang kembali turun selama dua hari terakhir membuat air kembali meluap dan memperluas dampak genangan.
“Kemarin sudah surut karena air di bendungan sudah kami buka dari dua sisi. Tetapi karena curah hujan yang sudah dua hari ini, lagi meluap airnya dan dampaknya semakin meluas,” pungkas Hudayana.
Kondisi serupa terjadi di Desa Ekas Buana. Banjir setinggi lutut orang dewasa merendam puluhan rumah warga. Arus air yang cukup deras membuat warga panik dan memilih bertahan di dalam rumah.
“Warga disini panik, karena banjirnya disini cukup keras arusnya, mereka tidak berani keluar rumah apalagi ada angin kencang juga,” ucap Haeruni, salah seorang warga setempat.
Ia menuturkan, banjir kali ini lebih parah dibanding kejadian sebelumnya. “Lebih parah dari yang dulu, kalau dulu hanya sampai di jalan tidak sampai airnya masuk ke pemukiman warga, tapi sekarang ini airnya sudah masuk ke rumah-rumah,” terang Haeruni.





