Denpasar –
Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bali telah membahas mengenai malam takbir Idul Fitri 1447 Hijriyah yang diperkirakan berbarengan dengan pelaksanaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1948 yang jatuh pada 19 Maret 2026.
Perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bali di FKUB, Samsul Hadi, menyampaikan poin utama hasil pembahasan FKUB adalah perkiraan Hari Raya Idul Fitri akan jatuh pada 20 Maret 2026. Dengan begitu, umat muslim di Bali akan melaksanakan takbiran saat pelaksanaan Nyepi.
“Takbiran itu diizinkan mulai jam 18.00 sampai 21.00 di musala dan masjid terdekat,” kata Samsul Hadi kepada, Senin (23/2/2026).
Umat muslim di Bali diimbau agar tidak menggunakan kendaraan dan lampu yang berlebihan saat menuju musala atau masjid. Pengurus masjid juga tidak diperkenankan menggunakan alat pengeras suara.
“Kemudian yang menjaga internal keamanan masjid berkoordinasi dengan keamanan lainnya, itu intinya. Jadi takbiran boleh,” jelas Ketua Dewan Pimpinan MUI Bali itu.
Samsul mengatakan tidak ada pembatasan massa dalam melaksanakan takbiran. Yang terpenting, warga yang datang ke masjid hanya warga terdekat saja.
FKUB, lanjut Samsul, menyampaikan selama pelaksanaan ibadah dengan semangat kekeluargaan, saling menghormati dan rasa toleransi yang tinggi. Sehingga, pelaksaan Nyepi dan Idul Fitri dapat berjalan dengan lancar dan nyaman.





