Kupang –
Ramadan adalah momen yang dinanti-nantikan oleh umat Islam di seluruh dunia, termasuk di Bali. Umat Islam setiap hari menjalankan ibadah puasa dari terbit fajar hingga matahari terbenam, menahan diri dari makan, minum, serta hal-hal yang membatalkan puasa.
Guna membantu masyarakat menjalankan ibadah dengan lebih teratur, berikut jadwal buka puasa Senin, 23 Februari 2026/5 Ramadan 1447 H, khusus wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Jadwal Buka Puasa Kupang dan Wilayah NTT 23 Februari 2026/5 Ramadan 1447 H
- Kota Kupang
Magrib 18.13 Wita
Isya 19.23 Wita - Kabupaten Kupang
Magrib 18.12 Wita
Isya 19.22 Wita - Kabupaten Timor Tengah Selatan
Magrib 18.14 Wita
Isya 19.20 Wita - Kabupaten Timor Tengah Utara
Magrib 18.09 Wita
Isya 19.19 Wita - Kabupaten Belu
Magrib 18.07 Wita
Isya 19:17Wita - Kabupaten Malaka
Magrib 18.07 Wita
Isya 19.17 Wita - Kabupaten Rote Ndao
Magrib 18.15 Wita
Isya 19.26 Wita - Kabupaten Sabu Raijua
Magrib 18.20 Wita
Isya 19.30 Wita
Doa Buka Puasa
Waktu berbuka tidak hanya tentang menghilangkan rasa haus dan lapar, tetapi juga merupakan saat doa-doa dikabulkan dengan sangat kuat. Oleh karena itu, disarankan bagi umat Islam untuk memperbanyak doa saat berbuka puasa. Salah satu doa yang dapat diucapkan adalah doa yang sering dibaca ketika berbuka.
Dikutip dari berdasarkan penjelasan Ustaz Adi Hidayat dalam video “Tentang Doa Berbuka Puasa (Part 2)” yang diunggah ke kanal YouTube resminya, detikers dapat mengamalkan dua doa berikut saat berbuka puasa.
- Versi Pertama
ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ
Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah
Artinya: “Rasa dahaga telah hilang, kerongkongan telah basah dan atas kehendak Allah pahala telah ditetapkan. Insyaallah.” (HR Abu Daud)
- Versi Kedua
اَللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
Allaahumma lakasumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birahmatika yaa arhamar-roohimiina.
Artinya: “Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-Mu, Ya Allah yang Tuhan Maha Pengasih.” (HR Bukhari dan Muslim)
Berdasarkan keterangan Ustaz Adi Hidayat, cara mengamalkan doa buka puasa di atas dapat dengan menggabungkannya. Jadi, doa Dzahabazh zhoma’u dibaca sebagai pembuka, kemudian diikuti dengan doa Allahumma laka shumtu.
Kapan waktu yang tepat membacakan doa buka puasa? Dilansir laman Almanhaj, Rasulullah biasanya membacakan doa Dzahabazh zhoma’u selepas ia membatalkan puasanya. Ini juga sesuai dengan arti dari bacaan doa buka puasa tersebut, yaitu “Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah…”.






