Bangunkan untuk Cari Rumput Sapi, Berujung Ibu Bakar Anak di Sumbawa

Posted on

Sumbawa

Seorang pria berinisial MI (25) diduga dibakar ibu kandungnya, Sa’adiah (49), di Desa Sepakat, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (22/2/2026). Peristiwa itu terjadi saat korban sedang tidur di rumah mereka.

“Benar. Kalau tidak salah kejadiannya sekitar pukul 12.00 Wita tadi,” ungkap Camat Plampang, Sudarli, saat dikonfirmasi, Minggu (22/2/2026).

Dibakar Saat Tidur

Kasi Humas Polres Sumbawa, Ipda Mulyawansyah, menjelaskan dugaan penganiayaan itu bermula ketika SA membangunkan MI yang tengah tidur di kasur belakang rumah. SA meminta anaknya mencari rumput pakan sapi, namun MI menolak hingga keduanya terlibat cekcok.

“Saat cekcok, SA mengambil satu botol pertalite yang dijual di rumah mereka, lalu menyiramkam ke tubuh MI,” ungkap Mulyawansyah.

“Korban inisial MI dibakar oleh ibu kandungnya inisial SA menggunakan bahan bakar minyak enis pertalite yang disulut menggunakan korek api,” kata Mulyawansyah kepada, Minggu malam.

MI yang terbangun sempat berupaya membersihkan tubuhnya dari pertalite. Namun, SA diduga melemparkan korek api ke arah korban hingga api menyambar dan membakar sekujur tubuhnya.

“Saat itu, korban berteriak meminta bantuan kepada adik kandungnya bernama Iksan untuk memadamkan api dengan air,” jelasnya.

Ibu Sempat Pingsan

Setelah kejadian, SA dilaporkan histeris dan masuk ke dalam rumah. Tak lama berselang, ia tergeletak dan pingsan.

Aparat Polsek Plampang yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi. Korban dan terduga pelaku kemudian dibawa ke Puskesmas Plampang.

“Selain itu, juga membawa SA yang tak sadarkan diri (pingsan) ke Puskesmas Plampang,” ujar Mulyawansyah.

Korban Dirujuk ke RSMA

Korban sempat mendapat penanganan medis di Puskesmas Plampang sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Manambai Abdulkadir (RSMA) Sumbawa. MI mengalami luka bakar serius di sekujur tubuhnya. Sementara itu, SA masih dalam kondisi tidak sadarkan diri di Puskesmas Plampang.

“Sudah dilakukan tindakan medis. Kasusnya juga akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” imbuhnya.

Kapolsek Plampang, Iptu Joko Wilopo, membenarkan peristiwa tersebut dan menyatakan penanganan perkara dilimpahkan ke Polres Sumbawa.

“Kasusnya sudah dilimpahkan ke Polres Sumbawa,” ujar Joko singkat.

Motif Diduga karena Emosi

Mulyawansyah menyebut motif sementara diduga karena SA tersulut emosi lantaran MI enggan bangun untuk mencari rumput pakan sapi.

“Sesuai identitas, SA dan MI berasal dari Desa Rasabou, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Mereka berdomisili dan tinggal di Kecamatan Plampang sebagai petani bawang merah,” pungkasnya.

Sebelumnya, Sudarli mengaku tidak mengetahui detail kronologi kejadian tersebut.

“Kronologinya saya kurang tahu persis. Yang saya dengar status mereka anak (korban) dan ibu kandung (terduga pelaku),” imbuhnya.