6 Are Tanaman Mangrove Tahura Ngurah Rai Mati Diduga gegara Pipa BBM Bocor

Posted on

Denpasar

Anggota Komisi III DPR RI, I Nyoman Parta, mengungkap kondisi tanaman mangrove di Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Bali, kering dan mati. Kondisi tersebut diduga akibat kebocoran pipa bahan bakar minyak (BBM) di sekitar lokasi.

“Tadi kami sudah tindak lanjuti temuan di lapangan terkait kerusakan tanaman mangrove yang mati. Diperkirakan luasan kurang lebih 6 are,” ujar Parta, Sabtu (21/2/2026).

Kondisi tanaman bakau yang kering dan mati itu terlihat di sisi barat pintu masuk Tol Bali Mandara, Denpasar. Parta sudah mengecek kondisi hutan mangrove tersebut menggunakan jukung milik nelayan setempat.

“Kemarin saya melihat pohon mangrove mati, bukan karena usia tapi diduga ada faktor lain,” imbuh politikus PDIP itu.

Parta meminta penjelasan dari pihak-pihak terkait mengenai kondisi tersebut, termasuk kepada Pelindo dan Jasa Marga. Menurut dia, pada November 2025, ada aktivitas pemeliharaan pipa BBM di jalur distribusi dari Pelabuhan Benoa menuju Pangkalan Pertamina Pesanggaran, Denpasar.

“Saya curiga ini bukan kematian alami, memang perlu pembuktian. Namun informasi awal mengarah pada adanya dugaan bocornya pipa BBM milik Pertamina atau perusahaan lain yang beroperasi di kawasan ini,” ujar Parta.

Parta lantas membeberkan hasil rapat bersama PT Pertamina Patra Niaga dan PT PLN Indonesia Power yang menyebut mangrove di kawasan Tahura Ngurah Rai itu mati sejak September 2025. Menurut dia, hasil inspeksi menunjukkan tidak ditemukan adanya kerusakan atau kebocoran pada pipa milik PLN. Namun, hasil inspeksi menemukan adanya pipa berkat milik PT Pertamina Patra Niaga.

“Pada September 2025 ada pekerjaan pipa dari PT Pertamina Patra Niaga yang mengalami rembesan dan dikatakan sudah ada perbaikan langsung,” kata Parta.

“Tapi, di sana disebutkan tidak ada pembersihan bekas rembesan minyak pada pipa milik Pertamina ini,” imbuhnya.

Parta meminta Polda Bali dan Kejati Bali untuk mengusut tuntas kasus ini. Ia juga mendesak pertanggungjawaban pihak terkait dalam kasus tersebut.

Penjelasan Pertamina

Pertamina Patra Niaga bersama tim Terminal BBM Sanggaran telah mengecek kondisi pipa BBM yang melintasi kawasan hutan mangrove Tahura Ngurah Rai. Mereka juga menghadiri undangan rapat koordinasi dari DKLH Provinsi Bali hari ini.

Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, menegaskan Pertamina akan melakukan penelusuran lebih lanjut terhadap aktivitas operasional dalam beberapa bulan terakhir. Berdasarkan hasil pengecekan visual di lapangan, dia berujar, tidak ditemukan adanya lapisan minyak maupun bau menyengat BBM di sekitar lokasi mangrove yang mati.

“Pertamina Patra Niaga melalui Terminal BBM Sanggaran akan melaksanakan pengecekan kronologis kegiatan operasional terkait sepanjang beberapa bulan terakhir, terutama terkait pekerjaan pipanisasi di sekitar area Benoa,” ujar Ahad Rahedi, Sabtu.

Pertamina, dia berujar, berjanji akan mempercepat pemulihan kawasan mangrove tersebut. Ahad mengatakan Pertamina akan bekerja sama dengan perusahaan terkait lainnya yang memiliki operasional di kawasan Benoa, sesuai arahan DKLH Provinsi Bali.

“Saat ini, Pertamina dalam proses investigasi lebih lanjut terkait operasional terkait termasuk pengecekan ekosistem terdampak untuk memastikan penyebab matinya pohon mangrove secara mendadak di kawasan Benoa,” tutup Ahad.