Jembrana –
Warga mengeluhkan aktivitas balap liar atau trek-trekan di Pantai Pengambengan, Kecamatan Negara, Jembrana, Bali. Aksi balap liar ini tak hanya menimbulkan suara bising, tetapi juga merusak fasilitas milik warga agar motor mereka bisa turun ke pasir pantai.
“Trek-trekan ini sudah dari seminggu yang lalu. Padahal bisa turun dari sirkuit (Sirkuit All In One), tapi malah lewat warung saya. Pagar saya ditabrak untuk jalur turun atau naik,” ungkap salah seorang pemilik warung kuliner yang enggan disebut di Pantai Pengambengan, Kamis (19/2/2026).
Pantauan di lokasi, sejumlah anak baru gede (ABG) memadati pesisir pantai, tepatnya di sebelah selatan Sirkuit All In One. Mereka membawa motor modifikasi dengan knalpot brong yang bising.
Kondisi air laut yang sedang surut dimanfaatkan para pemuda ini sebagai lintasan balap dadakan. Namun, aksi mereka justru memicu kekesalan warga sekitar karena dianggap mengganggu ketenangan.
Keluhan serupa datang dari Imam, seorang nelayan setempat. Imam mengaku kesulitan saat hendak menurunkan perahu karena terhalang aktivitas balap liar tersebut.
“Sudah beberapa kali saya peringatkan. Bahkan kemarin sudah ada korban jatuh hingga terluka di bagian wajah,” kata Imam.
Menurut Imam, hamparan pasir luas saat air surut di pesisir Pengambengan dimanfaatkan anak-anak muda itu sebagai lokasi balap liar. Ia menyebutnya sebagai sirkuit ilegal.
“Kami harap petugas terkait segera turun tangan sebelum jatuh korban lebih banyak atau kerusakan fasilitas semakin parah,” tandas Imam.






