Badung –
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung segera menangani jembatan penghubung Banjar Pegending (Dalung) dan Desa Adat Padonan (Tibubeneng), Kuta Utara, yang jebol sejak 14 Februari lalu. Gorong-gorong lama berbahan batu kali akan diganti dengan beton bertulang atau box culvert.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Badung, I Putu Teddy Widnyana, memastikan perbaikan jembatan Dalung-Tibubeneng ini menjadi prioritas utama. Menurutnya, proses perbaikan dilakukan dengan membongkar total struktur lama yang sudah tidak layak.
“Selanjutnya kami akan mengganti gorong jembatan dari batu kali dengan box culvert,” ungkap Teddy, belum lama ini.
Teddy menjelaskan material box culvert berukuran 3×2 meter tersebut sedang dalam proses pemesanan dari Surabaya, Jawa Timur. Jika tidak ada kendala, pengerjaan fisik akan dimulai pekan depan.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
“Mudah-mudahan itu bisa mulai kami kerjakan pekan depan dengan skema dana pemeliharaan sekitar Rp 1 miliar-1,5 miliar,” beber Teddy.
Jembatan tersebut diketahui jebol sejak Sabtu (14/2). Menurut Teddy, struktur bawah jembatan yang masih menggunakan pasangan batu kali sudah termakan usia. Padahal, pengaspalan jalan tersebut baru dilakukan pada 2025.
“Jembatan lama itu pasangan batu kali. Pasangan batu kali itulah yang jebol karena tergerus air Sungai Campuhan dari utara dan timur, sehingga menyebabkan jalan di atasnya ikut patah,” jelasnya.
Menurut Teddy, struktur batu kali ini menggunakan teknologi lawas yang sudah berusia puluhan tahun. Ketika kekuatan semen melemah dan dihantam debit air tinggi, dia melanjutkan, struktur tersebut sangat rentan ambruk.
Belajar dari kejadian ini, Dinas PUPR Badung juga bakal membentuk tim identifikasi untuk menyisir jembatan dan gorong-gorong lain yang memiliki konstruksi serupa. “Kami akan rapatkan tim maupun pengamat untuk memberikan laporan,” tegas Teddy.
Terkait akses jalan yang terputus, Teddy meminta masyarakat dan pengguna jalan untuk bersabar dan menggunakan jalur alternatif. Ia mengakui proses perbaikan memerlukan waktu karena terkait prosedur pengadaan di awal tahun.
Sebelumnya, warga sekitar menyebut tanda-tanda kerusakan pada jembatan Dalung-Tibubeneng sudah terlihat sejak dua bulan lalu. Petugas sempat memasang peringatan sebelum akhirnya jalan penghubung itu benar-benar ambrol total.






