Gianyar –
Bali United gagal total dalam dua laga kandang di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Bertekad meraih hasil maksimal, nyatanya malah nirpoin. Dua kekalahan, masing-masing dari Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya, menjadi kado pahit ulang tahun Bali United 15 Februari 2026.
Dalam laga melawan Minggu (15/2/2026), gol kemenangan Macan Kemayoran dicetak Gustavo Almeida di menit ke-8 lewat sundulan kepala.
Hasil pertandingan pekan ke-21 Super League 2025/2026 ini menjadi kekalahan beruntun Bali United. Anak asuh Johny Jansen sebelumnya dipermalukan Persebaya Surabaya dengan skor 1-3, pada Sabtu (7/2/2026).
Johnny Jansen mengakui timnya lengah dan sudah berusaha maksimal untuk menenangkan laga. Namun, keberuntungan belum berpihak.
“Kami lengah di menit-menit awal. Kami mencoba untuk menyamakan kedudukan namun gagal memaksimalkan peluang,” kata Jansen saat konferensi pers seusai melawan Persija Jakarta di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Minggu malam.
Meski kalah, pelatih asal Belanda ini tetap memuji perjuangan anak asuhnya. “Kami apresiasi perjuangan pemain sampai menit akhir. Meskipun hasil ini tidak sesuai dengan misi,” ujar Johnny Jansen.
Laga Bali United vs Persija Jakarta diwarnai kericuhan di tribun penonton. Pertandingan pada babak kedua bahkan sempat dihentikan sementara lantaran suporter Bali United menyalakan flare dan kembang api.
Kekalahan atas Persija tak hanya menjadi catatan minor bagi laga kandang Serdadu Tridatu. Hasil tersebut juga menjadi kado pahit ulang tahun Bali United ke-11.
Asisten pelatih Persija Jakarta, Ricky Nelson, mengaku sudah memprediksi laga melawan Bali United akan berjalan ketat. Menurutnya, Bali United menerapkan transisi yang baik dan sempat menyulitkan timnya.
“Pada akhirnya, dengan kesabaran kami mendapat peluang dan mencetak gol. Dari awal kami tahu bahwa Bali United akan bermain long ball sehingga kami harus hati-hati,” kata Ricky Nelson.
Hasil ini membuat posisi Bali United melorot ke peringkat 10 klasemen sementara Super League 2025/2026 dengan koleksi 28 poin. Sementara itu, Persija makin memberikan tekanan di papan atas dengan koleksi 44 poin.
Kala menghadapi Persebaya pada pekan lalu, Johnny Jansen juga mengakui kewalahan menghadapi strategi dari Bernardo Tavares, pelatih Persebaya. Serdadu Tridatu hanya menceploskan satu gol ke gawang Bajul Ijo. Sementara, tim asal ibu kota Jawa Timur itu melesakkan tiga gol.
“Kami kesulitan menghadapi gaya bermain mereka (Persebaya). Lawan bagus dalam cover posisi. Saat kami menyerang di kanan, mereka menutup dengan baik, begitu juga sebaliknya,” ungkap Johnny Jansen, Sabtu (7/2/2026).






