Jelang Imlek 2026, Pedagang Kue Teratai di Denpasar Keluhkan Penjualan Sepi

Posted on

Denpasar

Pedagang kue teratai (Shian Tou) di Denpasar, Ni Wayan Raba, mengaku sepi pembeli menjelang Hari Raya Imlek 2026. Raba mengatakan pembeli tahun ini menurun dibandingkan tahun lalu.

“Banyak lah dari tahun lalu, tahun lalu dikira sepi ternyata H-1 ramai. Nggak tahu nih belum ada yang telepon lagi,” kata Raba saat ditemui di rumahnya di Jalan Nangka Selatan, Denpasar, Senin (16/2/2026).

Ia mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab turunnya jumlah pembeli. Menurutnya, kemungkinan faktor ekonomi turut memengaruhi daya beli masyarakat.

“Nggak ada yang bikin (sendiri). Di Denpasar cuma dua, ada yang di Sesetan dia yang pegang Sesetan semua, kalau saya di sini,” jelasnya.

Raba juga mengatakan harga kue yang dia jual juga tidak naik dari tahun lalu. Satu paket kue teratai dijual Rp 25 ribu. Sedangkan, yang ada isi dia jual Rp 45 ribu.
Raba membuat macam-macam variasi rasa. Mulai rasa pandan, kacang merah atau tausa, dan kacang hijau.

“Memang sih bahan baku ada kenaikan, tapi saya mikirnya kan ekonominya kayak begini. Umpamanya orang beli dua karena mahal, jadinya beli satu. Tapi saya tetap kok harganya,” ungkap Raba.

Selain kue teratai, dia juga menjual variasi lain yaitu kue kura-kura dan ikan mas. Raba memproduksi kue tersebut tergantung jumlah pesanan.

Salah seorang pelanggan, Swastika, menuturkan dirinya telah berlangganan kue teratai milik Raba lama. Setiap tahun dia membeli untuk persembahyangan.

“Kebutuhannya sesuai kita mampunya untuk sembahyang berapa, beli berapa,” ujar Swastika.

“Setiap Imlek kami sembahyangkan, kami beli di sini,” sambung dia.