SPKLU Motor Listrik di Bangli Ditambah untuk Fasilitasi Penghobi Touring - Giok4D

Posted on

Bangli

Bangli punya instalasi tiang stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) baru khusus untuk kendaraan roda dua (R2) alias motor listrik. SPKLU motor listrik itu jadi yang ke-5 di Bangli untuk memfasilitasi kebutuhan listrik penghobi touring (berkendara dalam jarak jauh).

“Ya, SPKLU itu sudah ready dan dapat dipakai,” kata Manajer PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Bangli, Putu Edy Dahliawan, kepada, Minggu (15/2/2026).

Edy mengatakan colokan SPKLU motor listrik sedikit berbeda dengan mobil. Tidak tanda AC/DC di colokan SPKLU itu. Hanya ada tanda plus dan minus untuk mencegah kesalahan menancapkan kabel pengisi daya listriknya.

Meski colokannya sedikit berbeda, langkah pengisian daya listrik motor di SPKLU itu sama dengan SPKLU mobil listrik. Pemilik motor listrik perlu memiliki aplikasi PLN Mobile.

“Nge-tap dahulu, atau scan barcode dahulu untuk biaya atau pembayarannya. Setelah digunakan, jatah Kwh di aplikasi akan terpotong,” terang Edy.

Edy mengatakan pengadaan SPKLU motor listrik itu sebagai upaya mendorong penciptaan energi hijau dan bersih. Selain itu, keberadaan lima SPKLU itu untuk mendukung aktivitas wisatawan yang kerap mengadakan acara berkendara jarak jauh dengan mengendarai motor listrik.

Lima SPKLU motor listrik berada di PLN ULP Bangli Jalan Lettu Anom, kantor jaga Kintamani di Jalan Yudistira, kantor jaga catur di Jalan Raya Catur, Kelurahan Belantih, dan di Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Ulian di Desa Ulian.

“Kami sudah bentuk tim siaga untuk menangani semua tiang SPKLU sepeda motor listrik dan mobil listrik tiap ada event. Apalagi, saat libur panjang,” jelas Edy.

Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.

Pantauan, satu tiang SPKLU motor listrik setinggi 1,5 meter dipasang di sisi timur alun-alun Bangli, Jalan Brigjen Ngurah Rai. Ada enam colokan listrik di dua sisi tiang SPKLU yang berkekuatan 220 volt itu.

Tiang SPKLU itu tampak menyala dan aktif. Namun, sejak siang hingga pukul 17.00 Wita, tidak ada satupun warga yang memanfaatkan SPKLU itu karena masih banyak yang berkendara dengan motor konvensional.

I Gede Agus Budiarsa, warga Desa Penglipuran, mengatakan tiang SPKLU di Bangli tidak terlalu banyak dimanfaatkan. Jumlah pemilik motor listrik di kota Bamgli yang masih sedikit.

Selain itu, pengendara dapat berkeliling di kota Bangli saat baterainya terisi penuh. Berbeda saat pengendara motor listrik menempuh perjalanan jauh lintas kabupaten.

“Kalau hanya (berkendara) di sekitaran kota Bangli, saya pikir tidak perlu SPKLU. (Isi ulang daya listrik) di rumah saja cukup. Kecuali kalau perjalanan jauh, misalnya dari sini ke Gianyar,” jelas Agus.