Denpasar –
Bisnis hampers laris manis menjelang Tahun Baru Imlek 2026. Dapoer Nai Nai, salah satu usaha hampers di Denpasar, Bali, bahkan menerima pesanan hampers dari luar daerah.
“Banyak pesanan dari luar Denpasar, bahkan di luar Bali. Sampai dari Medan, Batam, mereka nge-reach kami untuk dikirim ke saudara dan teman-teman mereka yang tinggal di Bali,” kata pemikik Dapoer Nai Nai, Yuni Then, saat ditemui, Sabtu (14/2/2026).
Dapoer Nai Nai yang dikelola secara rumahan oleh Yuni dan keluarga menawarkan paket hampers dengan harga dari Rp 100 ribuan. Harga tersebut berisi variasi kue kering hingga kue khas seperti kue keranjang dan lapis legit.
Khusus Imlek tahun ini, Yuni menyediakan hampers dengan desain kemasan Shio Kuda bernuansa merah. Menariknya, sejumlah pelanggan justru memesan hampers dengan nilai lebih tinggi dari daftar harga hampers yang telah ditawarkan Yuni.
“Kami pasang harga paling mahal Rp 555 ribu. Tapi kadang pelanggan minta custom, bisa nggak sih buatin yang sejuta? Kami kadang sampai bingung mau diisi apa karena setelah disusun-susun cuma bisa sampai Rp 850 ribu,” tutur Yuni.
Paket hampers Imlek ala Dapoer Nai Nai diberi nama-nama khas Mandarin seperti Yan Hua, Hong Bao, Deng Long, dan Xin Nian. Selain itu, hampers juga dilengkapi pernak-pernik seperti angpao, kipas kayu, hingga rumbai giok Tiongkok.
Susunan paket hampers Dapoer Nai Nai spesial Imlek 2026. (Foto: Dok. Dapoer Nai Nai) |
Dapoer Nai Nai sendiri semula merupakan bisnis kuliner khas Pontianak yang dikelola Yuni dan keluarga. Namun, usaha kuliner tersebut sepenuhnya beralih melayani pesanan khusus hampers kue jelang hari raya tertentu.
Yuni mengaku kerap kewalahan ketika pesanan hampers membeludak, khususnya saat edisi khusus hari raya. Selain Imlek, Yuni juga membuka pesanan hampers saat hari besar lainnya seperti Idul Fitri, Natal, Galungan, dan Nyepi.
“Saya pernah ngerjain hampir 200 hampers dari jam 8 pagi sampai jam 8 pagi lagi, 24 jam kerja. Musim yang paling rame itu hari raya Idul Fitri dan hari raya di Bali,” imbuhnya.
Dapoer Nai Nai, dia berujar, cukup selektif melayani pembeli terutama yang berkaitan dengan pengiriman ke luar pulau. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan produk diterima dalam kondisi baik dan utuh.
“Kalau punya modal buka toko offline dan kami punya karyawan operasional, pasti akan lebih besar,” tutur Yuni.







