Harga Cabai di Mataram Kian Pedas, Ini Biang Keroknya

Posted on

Mataram

Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) melonjak tajam dalam hitungan jam. Dari yang sebelumnya Rp 30 ribu per kilogram, kini mencapai Rp 90 ribu per kilogram. Kenaikan harga cabai ini diduga akibat gagal panen dan cuaca buruk.

“Tadi pagi sudah di atas Rp 90 ribu harganya, astaga,” keluh Nurul, salah seorang warga Kota Mataram, Selasa (3/2/2026).

Senada, Azzahra, warga Mataram lainnya mengeluhkan hal yang sama. “Biasanya saya beli setengah kilogram, tapi tadi beli Rp 5 ribu saja, itupun dapatnya dikit banget. Ngeri banget harga cabai rawit sekarang,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram, Sri Wahyunida, menyebut harga cabai rawit semakin melonjak dalam hitungan hari.

“Beberapa hari ini kita lihat ada pergerakan (harga) cabai yang mulai meningkat, dari minggu kemarin kenaikannya Rp 5 ribu, lalu Rp 5 ribu (terus berulang). Kemarin kita turun, harga cabai rawit Rp 70 ribu per kilogram, hari ini cabai rawit sudah (tembus) Rp 80 ribu per kilogram di pasar induk, Pasar Mandalika,” katanya, saat diwawancarai usai menggelar rapat bersama TPID, Selasa (3/2/2026).

Menurut Nida, harga cabai rawit di pasar-pasar tradisional lainnya diprediksi bisa mencapai Rp 90 ribu, bahkan lebih.

“(Kemungkinan bisa tembus) Rp 85 ribu sampai Rp 90 ribu per kilogram (di pasar kecil lainnya). Ini rata-rata cabai lokal (yang melonjak),” ujarnya.

Nida menyebut, meroketnya harga cabai rawit di Kota Mataram karena faktor cuaca dan mengakibatkan gagal panen.

“Rata-rata memang karena faktor cuaca, karena menurut BMKG cuaca sedang tidak menentu. Di Pulau Jawa dan Bali, harga cabai rawit sudah (mulai) tinggi,” tuturnya.

Untuk mengantisipasi tingginya harga cabai, Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram berencana menggelar pasar murah hingga Kopling untuk menjaga stabilisasi harga bapok.

“Insyallah akan ada bazar, hingga kopling jelang Ramadan. Kami akan berkoordinasi dengan BI (Bank Indonesia). (Jadi saat ada pasar murah) masyarakat bisa mendapatkan potongan harga Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu (melalui QRIS),” ucapnya.’

Berdasarkan data terbaru, harga sejumlah bahan bapok di pasar tradisional NTB menjelang Ramadan tercatat mengalami kenaikan. Harga beras medium mencapai Rp 13.500 per kilogram. Ikan teri Rp 132.467 per kg atau naik Rp 2 ribu. Bawang merah naik menjadi Rp 38.217 per kg, sementara minyak goreng curah tercatat Rp 18.517 per liter atau naik Rp 400.