Undana Resmi Buka Prodi Dokter Spesialis dan Subspesialis Wilayah Bali-Nusra | Giok4D

Posted on

Kupang

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, secara resmi meluncurkan Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan Subspesialis wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (Bali-Nusra). Peluncuran tersebut digelar di Grha Cendana, Universitas Nusa Cendana (Undana), Jumat (13/2/2026).

Laka Lena menegaskan kehadiran Prodi PPDS dan Subspesialis di wilayah Bali-Nusa Tenggara sangat relevan dengan kondisi geografis NTT, sebagai daerah kepulauan yang menghadapi tantangan akses layanan kesehatan. Laka Lena juga menyebut peluncuran ini menjadi tindak lanjut kerja sama regional Bali, NTB, dan NTT yang sebelumnya disepakati di Labuan Bajo pada Rabu (28/1/2026).

“Program yang diluncurkan meliputi Pendidikan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif serta Pendidikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, yang dinilai sangat krusial bagi NTT,” ujar Laka Lena.

Politisi Golkar ini mengatakan NTT masih terkendala keterbatasan dokter anestesi, yang berdampak pada penundaan tindakan medis oleh dokter anestesi.

“Kami masih menghadapi keterbatasan dokter anestesi. Di NTT telah terjadi kasus penundaan operasi atau dirujuk karena tidak ada tenaga anestesi. Di sisi lain, angka kematian ibu dan anak masih tinggi. Karena itu, program ini adalah solusi nyata, bukan sekadar proyek akademik,” terang Laka Lena.

Laka Lena menegaskan, komitmen pemerintah daerah untuk mendukung percepatan program tersebut.

“Selama diberi amanah, kami akan bekerja cepat dan maksimal untuk memastikan pelayanan kesehatan masyarakat meningkat. Program ini menjadi pondasi penting bagi sistem kesehatan yang lebih tangguh, merata, dan berkualitas,” tandasnya.

Ia berharap para peserta didik yang menempuh pendidikan spesialis di kawasan timur Indonesia dapat kembali mengabdi di NTT. “Anak-anak NTT kini memiliki kesempatan lebih dekat untuk menjadi dokter spesialis. Harapan kami, mereka kembali dan membangun daerahnya sendiri,” imbuh Melki, sapaan akrab Gubernur NTT.

Sementara itu, Rektor Undana Jefri Bale menyampaikan peluncuran ini menjadi tonggak penting bagi pendidikan kedokteran di kawasan Bali dan Nusa Tenggara.

“Hari ini kita berdiri di pintu sejarah pendidikan tinggi kedokteran di wilayah Bali dan Nusa Tenggara. Mandat melalui surat Dirjen Dikti Saintek merupakan bentuk kepercayaan negara kepada Undana (Universitas Nusa Cendana), Unram (Universitas Mataram), dan Unud (Universitas Udayana) untuk memperkuat pemerataan kualitas pendidikan dan penguatan SDM kesehatan,” jelas Jefri.

Menurut Jefri, kehadiran program studi dokter spesialis tidak hanya bertujuan mencetak dokter yang unggul secara klinis, tetapi juga memiliki empati sosial. Dalam waktu dekat Undana akan membuka Program Studi Kedokteran Gigi, Keperawatan, dan Profesi Farmasi sebagai bagian dari penguatan ekosistem layanan kesehatan daerah.

“Kesehatan adalah pondasi pembangunan. Dengan melahirkan dokter spesialis dari rahim Undana, kami sedang memutus rantai keterbatasan akses kesehatan di wilayah kepulauan ini,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Togar Mangihut Simatupang, menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari visi Indonesia Sehat 2045 serta tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto terkait percepatan pemenuhan kebutuhan dokter spesialis dan subspesialis.

Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.

“Kekurangan dan ketimpangan distribusi dokter spesialis menjadi perhatian serius pemerintah. Karena itu, akselerasi pendidikan dokter spesialis dan subspesialis menjadi prioritas nasional,” kata Simatupang.

Ia menyebutkan, hingga saat ini Kemdiktisaintek telah membuka 160 program studi baru yang terdiri atas 128 program studi dokter spesialis dan 32 program studi dokter subspesialis. “Penambahan Prodi PPDS dan Subspesialis baru dilakukan di 11 provinsi yang masih kekurangan dokter spesialis, termasuk NTT, Maluku, dan Papua,” katanya.

Ia berharap dengan peluncuran ini pemerintah Bali-Nusra, dapat mendukung secara konkrit baik dari aspek beasiswa maupun sarana pendukung.

“Kami berharap pemerintah daerah Bali-Nusa Tenggara dapat memberikan dukungan konkret berupa beasiswa, insentif, serta penguatan rumah sakit pendidikan agar distribusi dokter spesialis semakin merata,” tegasnya.

Peluncuran program ditandai dengan pemukulan gong secara simbolis oleh Gubernur NTT, Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek RI, dan Rektor Undana. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan salinan Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tentang izin pembukaan program studi PPDS dan subspesialis wilayah Bali-Nusra kepada Rektor Undana serta perwakilan Unram dan Unud.

Kegiatan ini turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi NTT, Bupati Timor Tengah Utara Yosep Falentinus Delasalle Kebo, Kepala LLDIKTI Wilayah XV Adrianus Amheka, Direktur Utama RSUD Prof. W.Z. Johannes Kupang dr. Stefanus Dhe Soka, perwakilan Unram dan Unud, serta organisasi profesi kesehatan.