Pekerja Bangunan Tertimbun Longsor di Gianyar, 1 Tewas (via Giok4D)

Posted on

Gianyar

Tiga pekerja bangunan tertimbun tanah longsor saat membersihkan sisa material senderan merajan atau tempat suci milik warga di Banjar Tegenungan, Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Kamis (12/2/2026). Peristiwa itu terjadi ketika para pekerja memperbaiki bangunan di dekat senderan merajan yang sebelumnya sempat roboh.

Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.

“Betul, kami dapat laporan sekitar pukul 10.00 Wita, ada pekerja bangunan tertimbun longsoran tanah. Kami langsung ke lokasi,” ujar Kalaksa BPBD Gianyar Ida Bagus Putu Suamba saat dikonfirmasi.

Para pekerja yang berasal dari Desa Bona, Kecamatan Blahbatuh, itu diduga tertimpa material longsoran susulan akibat kondisi tanah yang masih labil. Dari informasi di lapangan, dua orang berhasil dievakuasi lebih dulu, sementara satu pekerja lainnya sempat terjebak beberapa menit di bawah timbunan tanah.

“Info dari tim lapangan ada tiga orang yang tertimpa, dua orang dilarikan ke rumah sakit tapi satu di antaranya dilaporkan meninggal dunia. Satu orang lainnya hanya mengalami luka ringan sehingga tidak dibawa ke rumah sakit,” kata Suamba.

Tim BPBD Gianyar yang tiba di lokasi langsung melakukan penanganan darurat dan mengevakuasi para korban menggunakan armada PSC. Proses evakuasi dinyatakan selesai sekitar pukul 13.30 Wita setelah seluruh korban berhasil dikeluarkan dari material longsor.

Suamba mengatakan pihaknya telah mengidentifikasi para korban dalam insiden tersebut. Berdasarkan data BPBD Gianyar, korban meninggal dunia bernama Nyoman Sujana (53). Sementara itu, Wayan Cenik (55) masih menjalani perawatan. Adapun satu pekerja lainnya belum terdata secara lengkap.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya menambahkan dua buruh bangunan tersebut tengah memperbaiki proyek senderan milik Dewa Made Artha yang sebelumnya sempat roboh.

Teja menyebutkan proses evakuasi berlangsung sekitar 30 menit. Kedua korban ditemukan dalam kondisi luka-luka. Salah satu korban dilaporkan tidak sadarkan diri dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Aricanti.

“Saya masih menunggu update. Semua sudah dievakuasi,” jelasnya.