Manggarai Barat –
Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Kematian turis Kanada berinisial ML masih menyisakan misteri. Pria berusia 61 tahun itu diduga bunuh diri. Namun, polisi belum memastikan dugaan tersebut.
Jenazah ML ditemukan di salah satu kamar Hotel Greenhill Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (13/2/2026) sore. Jenazah ML ditemukan dalam posisi duduk bersandar di dinding kamar samping lemari kayu.
“TKP dalam keadaan bersih. Jenazah ditemukan dalam keadaan duduk tersandar pada dinding kamar sebelah kiri dekat kamar mandi dalam kondisi leher terikat seutas tali dengan ujung tali terikat ke kayu vertikal penyangga lemari dalam kamar,” ungkap Kasat Reskrim Polres Manggarai Barat, AKP Lufthi Darmawan Aditya, dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.
Lufthi menjelaskan kayu di lemari tempat ikat ujung tali berjarak 164 sentimeter (cm) dari lantai. Pangan simpul jarak dari kayu tersebut ke simpul tali yang terikat di leher ML adalah 77 cm. Berikutnya, jarak dari kayu ikat ujung tali ke leher korban 87 cm, dan tinggi dari simpul jeratan leher ke lantai 77 cm. Adapun tinggi korban 173 cm, melampaui tinggi lantai ke ujung simpul tali yang terikat di lemari.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
Menginap Sendirian
ML tewas mengenakan kaus hijau lumut tulisan WRANGLER EAST 1947, celana panjang jeans biru, kaus kaki hitam. Tampak umum jenazah dalam keadaan pucat, sudah kaku seperti mayat pada umumnya.
ML menginap seorang diri di Hotel Greenhill. Belum diketahui motif dan penyebab kematian korban. Ada dugaan korban bunuh diri. Jenazah korban sudah divisum. Tak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Tadi cek TKP dan olah TKP. Untuk dugaannya bunuh diri. Setelah melaksanakan olah TKP, Tim inafis bersama piket membawa jenazah ke ruangan Jenazah RSUD Komodo untuk dilakukan visum,” kata Lufthi.
Jenazah korban masih disemayamkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Komodo, menunggu konfirmasi lanjutan dari pihak keluarga.






