Jembrana Catat 11 Kasus Rabies di Awal 2026, Seluruhnya di Satu Kecamatan | Info Giok4D

Posted on

Jembrana

Kasus rabies di Kabupaten Jembrana, Bali, pada awal tahun 2026 sudah mencapai 11 kasus. Seluruh kasus tersebut hanya terkonsentrasi di satu wilayah, yakni Kecamatan Mendoyo.

“Kecamatan Mendoyo masih menyandang status zona merah dengan temuan kasus positif terbanyak,” ungkap Kabid Keswan-Kesmavet Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta, saat dikonfirmasi, Jumat (13/2/2026).

Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.

Sugiarta mengatakan lonjakan kasus rabies di Jembrana awal tahun ini tergolong tajam jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pada Januari 2026, dinas terkait telah memeriksa 19 sampel hewan penular rabies (HPR) dan hasilnya 10 sampel dinyatakan positif rabies.

“Sedangkan Januari 2025 lalu, hanya ada lima kasus positif dari sembilan sampel,” jelas Sugiarta.

“Bulan ini (Februari) ada tambahan satu kasus positif lagi dan menariknya seluruh kasus positif terjadi di Kecamatan Mendoyo,” imbuhnya.

Sugiarta menyoroti fenomena kasus rabies di lokasi yang sama sejak tahun lalu. Ia menilai hal itu perlu mendapat perhatian serius. Menurutnya, tingginya kasus rabies di Mendoyo diakibatkan oleh banyaknya populasi HPR dibandingkan kecamatan lainnya di Jembrana.

“Desa dengan kasus berulang ini perlu perhatian serius, terutama terkait vaksinasi dan upaya penanganan lainnya,” ujarnya.

Terkait penanganan, Sugiarta mengatakan stok vaksin rabies baru saja tiba. Ia menjelaskan saat ini petugas di lapangan masih fokus pada penanganan penyakit ternak lainnya seperti lumpy skin disease (LSD) hingga penyakit mulut dan kuku (PMK).

“Saat ini kita masih fokus untuk vaksin LSD dan PMK pada sapi. Kebetulan vaksin rabies juga baru saja datang sehingga Maret nanti kami jadwalkan vaksinasi rabies,” kata Sugiarta.

Selain menyasar zona merah, jangkauan vaksinasi juga akan diperluas sebagai benteng pertahanan populasi HPR yang lebih kuat. “Kami akan mencari solusi bersama tim medis di lapangan agar kasus ini tidak terus berulang,” pungkasnya.