Denpasar –
PT Sarana Bali Dwipa Jaya (SBDJ) menegaskan proyek kereta cepat Mass Rapid Transit (MRT) Bali masih berjalan sesuai rencana. Saat ini, perusahaan tengah membenahi dan mengevaluasi skema kerja sama serta aspek teknis proyek agar lebih matang.
Direktur Utama PT SBDJ Ervan Maksum menyebut banyak hal yang perlu dikaji ulang agar proyek tidak sekadar bersifat seremonial.
“Lubangnya banyak lah, kami juga nggak mau cuma seremonial. Tapi justru sesuai dengan teknografis sesuai dengan aturan yang berlaku. Kemarin masih banyak miss-nya dan sudah kami rapikan,” kata Ervan kepada, Kamis (12/2/2026).
Ia menyampaikan jika publik tidak perlu khawatir, karena dia memastikan bahwa proyek ini akan berjalan dan terealisasi. Ervan memahami jika masyarakat ada rasa keraguan tentang proyek kereta cepat ini.
“Sehingga jangan sampai kayak kemarin yang kasihan publik sudah di-php. kenapa nggak jalan karena ya tadi banyak yang memang nggak kokoh secara skema, kerja sama,” jelas mantan Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas itu.
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
“Kalau publik menanyakan ini kok nggak jalan, kami jalan. Malah justru kalau bisa dibilang ini on the track, tapi lebih prudent,” sambung dia.
Ervan menyampaikan juga investor yang lama telah dievaluasi. Saat ini, pihaknya telah mendapatkan beberapa calon investor yang potensial dan sudah terkonfirmasi.
“Kontraktornya sudah kami identifikasi ada dan mau, terus kami tidak menggunakan APBN APBD, kami sudah beberapa investor-investor yang semuanya akan dikompetisikan, mana yang paling baik,” tutur Ervan.
Sebagai informasi, proyek MRT Bali direncanakan akan dibangun dengan rute Bandara Ngurah Rai menuju Sentral Parkir Kuta, pada fase pertama. Peletakan batu pertama dilakukan pada September 2024. Namun, hingga saat ini belum ada tanda-tanda pembangunan proyek tersebut.






