Gianyar –
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gianyar menggandeng Pemerintah Kota Osaki, Perfektur Kagoshima, Jepang untuk urusan sistem pengelolaan sampah. Kerja sama dengan Jepang itu disampaikan dalam rapat paripurna persetujuan kerja sama (action plan).
“Kerja sama Pemerintah Kabupaten Gianyar dengan Pemerintah Kota Osaki Jepang, merupakan langkah strategis dalam sistem pengelolaan sampah,” kata Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun dalam keterangannya kepada, Kamis (12/2/2026).
Mayun mengatakan pengelolaan sampah yang dikerjasamakan dengan Jepang punya dua tujuan. Pertama mengurangi volume sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Temesi.
Yang kedua, membangun kualitas sumber daya manusia dalam hal cara mengelola sampah yang lebih efektif. Dari dua tujuan itu, ada dampak positifnya.
Yakni, dapat memberikan manfaat secara ekonomi, meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, menjamin kelestarian alam dan lingkungan, serta mengubah perilaku masyarakat dalam hal membuang sampah.
“Kami sangat berharap, Kota Osaki berkenan membagi ilmu melalui pendampingan langsung kepada pengelola persampahan di Kabupaten Gianyar,” kata Mayun.
“Melalui kerja sama ini, tidak hanya berbicara tentang transfer teknologi atau bantuan mesin, tetapi yang lebih penting adalah transfer pengetahuan dan perubahan budaya,” imbuhnya.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
Mayun mengatakan transfer ilmu dan pengetahuan itu hasilnya akan lebih baik jika didukung dengan dukungan teknologi, peningkatan kapasitas. Juga didukung dengan penguatan sistem pengelolaan lingkungan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Gianyar I Nyoman Amerthayasa mengatakan kerja sama dengan Jepang itu sudah dinilai baik. Perangkat daerah, aspek hukum, dan keuangan daerah dinilai mumpuni bagi Pemkab Gianyar.
“Rencana kerja sama ini merupakan bagian dari upaya tindak lanjut pemerintah daerah dalam penanganan permasalahan sampah yang saat ini menjadi salah satu isu strategis di Kabupaten Gianyar,” kata Amerthayasa.
Menurutnya, kerja sama itu sejatinya bagian dari upaya tindak lanjut pemerintah daerah dalam penanganan permasalahan sampah. Hal itu menjadi salah satu isu strategis di Kabupaten Gianyar.
“Sebagai gambaran, pengelolaan sampah harus kita pandang sebagai bagian dari siklus kehidupan yang harus ditangani secara bijaksana,” kata Amerthayasa.
Adapun catatan yang diberikan Komisi II DPRD Gianyar terkait kerja sama dengan Jepang itu mencakup tiga hal. Kejelasan ruang lingkup teknis pelaksanaan kerja sama, kesiapan perangkat daerah khusus Dinas Lingkungan Hidup Gianyar, dan dukungan sumber daya manusia yang memadai.
“Agar implementasi kerja sama dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat optimal,” tandas Amerthayasa.






